Pelatihan Branding Produk Lokal Dorong UMKM Drenges Siap Jadi Ikon Geopark Bojonegoro

Kolaborasi EMCL dan LPPM Universitas Bojonegoro memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pengembangan merek, story selling, dan pemasaran digital untuk menciptakan geoproduk unggulan Geosite Kedung Lantung.

Bisnis, Bojonegoro, Rilis1424 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal terus dilakukan di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras. Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama LPPM Universitas Bojonegoro kembali memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan fokus pada pengembangan branding produk lokal sebagai geoproduk unggulan kawasan Geosite Kedung Lantung.

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Drenges, Jumat (26/6/2026), menjadi lanjutan dari berbagai program pemberdayaan yang sebelumnya telah diberikan, mulai dari penguatan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelatihan pengelolaan destinasi wisata, guiding, hingga teknik storytelling.

banner 336x280

Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dibekali berbagai strategi membangun identitas produk agar mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar. Materi pelatihan disampaikan oleh Siti Nurhidayah, S.E., Owner Zahida Painting, yang mengulas pentingnya membangun merek, menyusun cerita di balik produk (story selling), serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.

Menurutnya, kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Produk juga harus memiliki identitas yang kuat sehingga mudah dikenali dan dipercaya oleh konsumen.

“Branding bukan hanya soal logo atau nama produk, tetapi bagaimana membangun nilai dan kepercayaan sehingga produk memiliki karakter yang melekat di benak konsumen,” jelas Siti.

Selain membahas strategi pemasaran melalui media sosial dan marketplace, peserta juga diajak menggali potensi khas Desa Drenges yang dapat dikembangkan menjadi produk oleh-oleh unggulan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Geosite Kedung Lantung.

Salah satu peserta, Nopita Sari, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya kemasan, identitas produk, hingga strategi pemasaran yang efektif.

“Sebelumnya saya hanya fokus membuat produk. Sekarang saya memahami bahwa kemasan, branding, dan cerita di balik produk juga menjadi faktor penting agar produk lebih diminati dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Project Manager Program Dukungan Geopark Bojonegoro dari LPPM Universitas Bojonegoro, Ichwan Hadi, menjelaskan bahwa pengembangan geoproduk merupakan bagian penting dalam memastikan manfaat Geopark dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pengembangan destinasi wisata, tetapi juga perlu diikuti dengan penguatan sektor ekonomi lokal agar masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan kawasan.

Sementara itu, perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, berharap seluruh rangkaian pendampingan mampu melahirkan UMKM yang semakin mandiri, kreatif, dan berdaya saing sehingga mampu menghadirkan produk-produk khas yang menjadi identitas Desa Drenges.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat Desa Drenges kini semakin optimistis menyambut pengembangan Geosite Kedung Lantung sebagai bagian dari Geopark Bojonegoro. Selain meningkatkan kapasitas pengelolaan wisata, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan geoproduk unggulan yang memperkuat identitas lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.(red)

banner 336x280

Komentar