Tambalan Aspal Tak Rata Diduga Picu Kecelakaan di Jalur Nasional Mojodeso

Seorang pemuda asal Kapas alami luka serius, warga desak evaluasi menyeluruh ruas jalan rawan di Kecamatan Kapas.

Bojonegoro, Peristiwa1189 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Kondisi ruas jalan nasional di wilayah Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan publik setelah insiden kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang pemuda mengalami luka serius di bagian wajah.

Korban diketahui bernama Dika, warga Desa Kapas. Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (16/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, saat korban berkendara dari arah timur menuju RSUD Bojonegoro untuk menjenguk anggota keluarganya yang tengah dirawat.

banner 336x280

Namun setibanya di ruas jalan nasional tepatnya di Desa Mojodeso, sepeda motor yang dikendarainya diduga menghantam permukaan tambalan aspal yang tidak rata. Hentakan keras membuat kendaraan kehilangan stabilitas hingga akhirnya korban terjatuh.

Aris, salah seorang saksi mata di lokasi, menyebut korban mengendarai sepeda motor jenis sport dengan kecepatan sedang sebelum insiden terjadi.

“Dari arah timur, lajunya tidak terlalu kencang. Tapi begitu melewati tambalan itu, motor seperti meloncat dan langsung terjatuh. Permukaannya memang tidak rata,” ujarnya.

Menurut Aris, kondisi tambalan aspal di titik tersebut telah lama dikeluhkan warga. Alih-alih memperbaiki kerusakan, tambalan yang ada justru membentuk gundukan yang dinilai berisiko, terutama bagi pengendara roda dua pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Ia juga menambahkan bahwa kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam kurun waktu relatif singkat, insiden serupa disebut berulang, sehingga memunculkan kekhawatiran masyarakat setempat.

“Belum sampai sebulan biasanya sudah ada lagi yang jatuh. Seperti sudah jadi titik langganan,” tambahnya.

Ruas tersebut merupakan jalur nasional dengan volume kendaraan yang tinggi, termasuk truk dan kendaraan berat lainnya. Warga pun berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan tambal sulam yang berpotensi menimbulkan bahaya baru.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kondisi tambalan aspal di lokasi maupun rencana tindak lanjut perbaikan yang akan dilakukan.(Mu)

banner 336x280

Komentar