Bojonegoro – Pasca KPU Bojonegoro menetapkan pasangan Setyo Wahono – Nurul Azizah sebagai pemenang Pilkada Serentak 2024, Sahabat ’88 menggelar Tasyakuran Kemenangan pasangan dengan tagline Asli Luwih Apik tersebut di Hall Suyitno, Universitas Bojonegoro (Unigoro), Minggu (12/1/2025).
Dihadiri ratusan Sahabat ’88 dan seluruh pejabat struktural, dosen dan karyawan Unigoro, tasyakuran berlangsung begitu meriah. Seperti diketahui, Sahabat 88 adalah alumni SMP Negeri Bojonegoro lulusan 1988 yang di dalamnya terdapat istri Bupati Setyo Wahono, Dr. Cantika Wahono dengan nahkoda Dr. Arif Januwarso sekaligus Ketua Yayasan Suyitno Unigoro.
Setyo Wahono dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya kepada Sahabat 88 dalam perjalanan Pilkada 2024.
“Terimakasih setinggi-tingginya kepada Sahabat 88 yang telah bersama-sama meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam perjalanan bersama kami dari awal,” ungkap Setyo Wahono.
Menurutnya, perjalanan kedepan menjadi tugas bersama untuk mensukseskan berbagai program yang telah direncanakan. Setyo Wahono mengatakan bahwa peran penting akademisi di Unigoro akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan mewujudkan kemakmuran dan kebanggaan Bojonegoro.
“Sebenarnya ini pekerjaan akademisi ya, karena kita hanya akan merealisasikan program berdasar hasil kajian para akademisi,” celotehnya disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.
Senada, Nurul Azizah selaku Wakil Bupati Bojonegoro terpilih mengajak akademisi terus bersinergi dalam pembangunan Bojonegoro kedepan.
“Terimakasih Sahabat 88, do’akan Mas Bupati dan kami menjemput taqdir ini, semoga semuanya diberikan kemudahan, kelancaran dan keberkahan dunia akhirat,” yang diamini oleh semua.
Sementara itu, Dr. Arif Januwarso selaku Ketua Sahabat 88 sedikit flashback menceritakan perjalanan sebelum pilkada hingga saat ini.
“Yang namanya taqdir memang siapapun tak bisa menghindar, termasuk Mas Wahono yang awalnya memang belum benar-benar berkenan untuk memimpin Bojonegoro,” ungkapnya.
Namun, perjalanan demi perjalanan dan taqdir itulah yang akhirnya menetapkan dukungan rakyat hampir 90 persen memintanya untuk memimpin Bojonegoro. Pihaknya berharap, kolaborasi dan sinergitas pemerintah daerah bersama perguruan tinggi akan bisa terus dilakukan untuk Bojonegoro yang Luwih Apik, Sejahtera dan Membanggakan. (*red)




















Komentar