Tiga Pilar di Kalitidu Bojonegoro Gelar Kerja Bakti Bersihkan Drainase, Antisipasi Banjir Saat Curah Hujan Tinggi

Tiga Pilar di Kalitidu Bojonegoro Gelar Kerja Bakti Bersihkan Drainase, Antisipasi Banjir Saat Curah Hujan Tinggi

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Menghadapi peningkatan curah hujan dalam beberapa pekan terakhir, unsur Tiga Pilar di Kecamatan Kalitidu bergerak cepat melakukan aksi nyata mitigasi bencana. Aparat gabungan menggelar kerja bakti massal dengan fokus pembersihan saluran air dan gorong-gorong di sejumlah titik rawan genangan, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir lokal sekaligus mencegah munculnya penyakit yang kerap timbul akibat lingkungan kotor dan aliran air yang tersumbat. Aksi lapangan tersebut melibatkan personel dari Polsek Kalitidu, Koramil Kalitidu, serta Satpol PP Kecamatan Kalitidu yang bekerja bersama unsur kecamatan dan warga sekitar.

banner 336x280

Sejak pagi, petugas menyisir jalur drainase permukiman dan tepi jalan utama. Tumpukan sampah, endapan lumpur, serta material yang menghambat aliran air diangkat secara manual menggunakan peralatan sederhana. Sejumlah gorong-gorong yang sebelumnya tertutup sedimen tebal dibuka kembali agar aliran air hujan dapat mengalir lancar.

Kapolsek Kalitidu, Saefudinuri, menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari respons cepat aparat terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur lingkungan, terutama sistem pembuangan air.

Ia menjelaskan, titik-titik yang dibersihkan dipilih berdasarkan laporan warga dan hasil pemantauan lapangan, terutama lokasi yang berpotensi terjadi luapan saat hujan deras turun dalam durasi panjang. Normalisasi saluran air dinilai sebagai langkah paling efektif untuk menekan risiko genangan jangka pendek.

Selain pembersihan fisik, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke parit dan drainase. Edukasi tersebut penting karena sebagian besar penyumbatan saluran air berasal dari limbah rumah tangga.

Kolaborasi lintas unsur ini sekaligus memperkuat budaya gotong royong antara aparat dan masyarakat. Warga setempat terlihat ikut terlibat membantu proses pengangkatan sampah dan lumpur, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan merata.

Aksi kerja bakti Tiga Pilar ini diharapkan menjadi kegiatan berkelanjutan, tidak hanya bersifat reaktif saat musim hujan. Dengan perawatan rutin drainase dan kesadaran warga menjaga kebersihan, risiko banjir lingkungan dan gangguan kesehatan dapat ditekan sejak dini.(Mu)

banner 336x280

Komentar