Tragedi di Embung Tumbrasanom: Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam, Pengawasan Anak Kembali Disorot

Kelelahan saat berenang diduga menjadi penyebab korban tenggelam, BPBD Bojonegoro lakukan pendampingan keluarga

Bojonegoro, Peristiwa1201 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Suasana duka menyelimuti warga Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menyusul meninggalnya seorang bocah berusia 13 tahun akibat tenggelam di Embung Desa Tumbrasanom, Sabtu (10/1/2026) siang. Insiden tersebut kembali membuka perhatian publik terhadap minimnya pengawasan anak-anak di kawasan perairan terbuka.

Korban diketahui bernama Andra Hanan B, warga Dusun Krajan RT 09 RW 02, Desa Kedungadem. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.10 WIB saat korban mandi di embung bersama dua temannya. Ketika berenang, korban diduga mengalami kelelahan hingga akhirnya tenggelam dan menghilang dari permukaan air.

banner 336x280

Dua rekan korban yang berada di lokasi sempat berupaya meminta pertolongan dengan berteriak kepada warga sekitar. Respons cepat warga setempat langsung dilakukan dengan menyisir area embung. Sekitar 20 menit kemudian, tubuh korban berhasil ditemukan pada pukul 14.30 WIB, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro sekitar pukul 15.00 WIB. Tim BPBD bergerak menuju lokasi pada pukul 15.52 WIB dan tiba di Embung Tumbrasanom sekitar pukul 16.40 WIB untuk melakukan asesmen serta pendampingan.

Selain pendataan di lokasi kejadian, petugas BPBD juga mendampingi keluarga korban di rumah duka. Sebagai bentuk empati dan dukungan, BPBD menyerahkan bantuan berupa dua paket sembako kepada keluarga yang ditinggalkan. Jenazah korban kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan di kampung halamannya.

Dalam penanganan kejadian ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya BPBD Bojonegoro, Pemerintah Desa Tumbrasanom, Pemerintah Desa Kedungadem, Satpol PP Kecamatan Kedungadem, serta masyarakat setempat.

Tragedi ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak, khususnya orang tua dan perangkat desa, akan pentingnya pengawasan serta edukasi keselamatan anak di sekitar embung, sungai, dan perairan terbuka lainnya agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.(red)

banner 336x280

Komentar