Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Bojonegoro mendapat perhatian khusus dari jajaran petinggi negara. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita turun langsung ke lapangan untuk memastikan koperasi yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa itu benar-benar berjalan sesuai harapan.
Kunjungan kerja strategis yang berlangsung Kamis (11/6/2026) tersebut tidak sekadar bersifat seremonial. Didampingi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin, serta Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa M, Wakil Panglima TNI melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap operasional koperasi desa.
Rombongan tiba di Bojonegoro menggunakan helikopter dan mendarat di Stadion Letjen H. Soedirman sebelum melanjutkan perjalanan menuju dua koperasi percontohan, yakni KDMP Desa Campurejo dan KDMP Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro.
Di lokasi pertama, KDMP Desa Campurejo, Jenderal Tandyo menunjukkan perhatian besar terhadap aspek tata kelola koperasi. Ia secara langsung memeriksa sistem administrasi dan laporan transaksi yang tersimpan dalam sistem kasir digital.
Beberapa kali ia meminta petugas menunjukkan data transaksi harian hingga grafik akumulasi penjualan bulanan untuk memastikan aktivitas ekonomi koperasi berjalan aktif dan sehat.
Pengecekan tidak berhenti pada laporan keuangan. Wakil Panglima TNI juga meninjau langsung kondisi rak penjualan, ketersediaan stok kebutuhan pokok, serta kelayakan gudang penyimpanan logistik yang menjadi pusat distribusi barang kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan KDMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan, tetapi mampu menjaga ketersediaan pasokan barang bagi warga desa secara berkelanjutan.
Kunjungan kemudian berlanjut ke KDMP Desa Pacul yang menjadi salah satu contoh koperasi dengan aktivitas transaksi cukup tinggi. Kehadiran rombongan pejabat pusat dan daerah disambut antusias masyarakat yang tengah berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga. Dengan menggunakan bahasa Jawa, ia menanyakan pengalaman masyarakat berbelanja di koperasi desa tersebut.
Respons warga menunjukkan bahwa keberadaan KDMP mulai dirasakan manfaatnya, terutama karena mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah toko ritel.
Beberapa komoditas yang dijual di KDMP Desa Pacul antara lain minyak goreng kemasan premium satu liter dengan harga Rp20.750 dan LPG tiga kilogram yang dijual sesuai harga subsidi sebesar Rp16.000.
Menjelang akhir kunjungan, perhatian Wakil Panglima TNI beralih pada aspek distribusi logistik. Baginya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan barang, tetapi juga kemampuan menyalurkan kebutuhan masyarakat secara cepat dan efisien.
Karena itu, ia melakukan inspeksi langsung terhadap armada operasional milik koperasi. Bahkan secara spontan, Jenderal Tandyo menaiki kendaraan roda tiga yang digunakan untuk mendistribusikan barang ke masyarakat guna memastikan kondisi kendaraan masih layak dan siap digunakan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek administrasi, tetapi juga operasional di lapangan.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, dan sektor swasta memiliki komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Melalui penguatan jaringan Koperasi Merah Putih, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok semakin mudah, harga lebih terkendali, dan perputaran ekonomi dapat tumbuh dari tingkat desa.
Bagi Bojonegoro, kunjungan Wakil Panglima TNI ini menjadi pengakuan bahwa daerah tersebut mulai dipandang sebagai salah satu model pengembangan koperasi desa yang dapat mendukung agenda besar pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari akar rumput.(red)
















Komentar