Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Di tengah gencarnya pembentukan ekosistem pesantren riset dan teknologi, sebuah langkah strategis kembali dilancarkan oleh Lembaga Riset PP MBS Al Amin Religi (Riset dan Teknologi). Mengawali tahun 2026 dengan penuh semangat inovasi, lembaga yang dinakhodai oleh Afriza Umami, Ph.D., seorang akademisi dan peneliti senior dari STIKes Muhammadiyah Bojonegoro , menggelar kegiatan perdana bertajuk “Research Ignition 2026” .
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis pagi (7/1/2026) di area kampus terpadu PP MBS Al Amin ini secara spesifik menyasar para santri yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dibuka dengan sambutan hangat dari Ibu Afriza Umami, Ph.D. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa riset bukanlah momok yang menakutkan, melainkan alat pemecah masalah sehari-hari.
“Riset adalah tentang rasa ingin tahu. Hari ini kita mulai dengan cara yang menyenangkan agar anak-anak tidak alergi terhadap data dan metodologi, tapi justru bersahabat dengannya,” ujar Afriza Umami di hadapan puluhan peserta didik yang antusias .
Keunikan acara ini terletak pada metode pembinaannya yang tidak hanya teoritis, namun dibalut dengan simulasi dinamis. Setelah sesi pembukaan, para peserta diajak untuk mengikuti outdoor class dengan sistem penugasan tim. Dalam sesi ini, masing-masing kelompok yang telah dipimpin oleh seorang ketua tim berkompetisi dalam permainan berbasis tantangan. Games ini dirancang khusus tidak hanya untuk memecah kebekuan (ice breaking), namun lebih dari itu, bertujuan untuk melatih konsentrasi, kekompakan tim, dan yang terpenting, mengasah jiwa kepemimpinan (leadership) para ketua kelompok dalam mengarahkan anggotanya.
“Ini adalah bagian dari pembentukan karakter peneliti. Seorang peneliti tidak bisa bekerja sendiri, ia harus bisa membangun chemistry dengan timnya dan memiliki jiwa kepemimpinan untuk mengelola proyek ilmiah,” jelas ketua pelaksana kegiatan di sela-sela permainan.
Kegiatan “Research Ignition 2026” ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen PP MBS Al Amin yang saat ini tengah disiapkan sebagai Pilot Project Pesantren Berbasis Riset dan Teknologi tingkat nasional . Dengan adanya program pembinaan sejak dini seperti ini, pihak pesantren berharap dapat menumbuhkan budaya riset yang kuat di kalangan santri, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di kancah ilmiah nasional maupun internasional .
Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, para santri tidak lagi menganggap riset sebagai beban, melainkan sebuah petualangan intelektual yang menyenangkan. “Kami ingin menanamkan bahwa riset itu asyik. Mulai dari menyelesaikan persoalan sederhana di sekitar tempat tinggal, hingga nantinya bisa menghasilkan karya yang terpublikasi,” pungkas Afriza Umami mengakhiri sambutannya.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pesantren dalam meluncurkan Jurnal Ilmiah JIRA (Jurnal Islamic Research Al Amin) yang menuju akreditasi nasional, serta menjadi wadah bagi para peneliti muda untuk mempublikasikan karya mereka di masa depan (s.to/red)














Komentar