Akhir Tahun Jadi Titik Evaluasi, ASN Bojonegoro Didorong Perkuat Etos Pelayanan

Bupati Setyo Wahono tekankan refleksi kinerja dan apresiasi unit pelayanan berprestasi

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Penghujung tahun 2025 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai momentum penguatan budaya kerja aparatur. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memimpin apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Gedung Putih, Rabu (31/12/2025), yang dijadikan ajang refleksi dan evaluasi kinerja seluruh jajaran pemerintahan daerah.

Apel tersebut diikuti oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur RSUD, hingga para camat dan kepala puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi kinerja birokrasi hingga akhir tahun anggaran.

banner 336x280

Usai apel, Bupati Bojonegoro bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah menyerahkan penghargaan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Unit Pelayanan Publik kepada OPD, RSUD, dan puskesmas yang meraih nilai terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kualitas pelayanan publik yang dinilai mampu memenuhi ekspektasi masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa hari terakhir di tahun 2025 merupakan saat yang tepat bagi seluruh ASN untuk melakukan introspeksi serta memperbaiki kualitas kinerja ke depan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah sangat ditentukan oleh peran aktif dan profesionalisme aparatur.

“Hari ini menjadi momen refleksi bagi kita semua. ASN harus memiliki pondasi yang kuat dan kapasitas kerja yang terus ditingkatkan agar mampu menjawab tuntutan pelayanan publik,” ujar Setyo Wahono.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun mindset pelayanan sebagai tanggung jawab utama ASN. Menurutnya, pelayanan publik harus dilakukan secara profesional, penuh empati, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Lebih lanjut, Setyo Wahono menekankan bahwa sumber daya manusia aparatur yang unggul tidak hanya diukur dari kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga dari kesiapan fisik, mental, dan emosional. Dengan keseimbangan tersebut, ia optimistis kualitas pelayanan publik di Bojonegoro akan terus meningkat.

“SDM unggul adalah mereka yang mampu bersinergi, berkomunikasi dengan baik, serta menjaga karakter dalam bekerja. Dengan itu, target pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” pungkasnya.(Mu)

banner 336x280

Komentar