Halobojonegoro.id,
BOJONEGORO – Aksi konvoi damai yang digelar komunitas pengemudi ojek online bertajuk Ojol Bojonegoro Bersatu pada Kamis (1/5/2026) berlangsung dinamis. Momentum yang awalnya diwarnai ketegangan berubah kondusif setelah Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, hadir langsung di titik kumpul massa.
Sekitar 50 driver ojol yang bersiap bergerak menuju Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro sempat dibuat terkejut dengan kehadiran Dandim tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, situasi berangsur mencair saat Dandim memilih berdialog terbuka dengan massa aksi.
Dalam penyampaiannya, Dedy menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama aksi berlangsung.
“Aspirasi silakan disampaikan dengan santun dan tertib. Yang terpenting adalah menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Imbauan tersebut mendapat respons positif. Massa yang semula tegang menjadi lebih tenang sebelum akhirnya bergerak menuju kantor Disperinaker untuk menyampaikan tuntutan.
Ketua Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito atau Wio, mengapresiasi kehadiran Dandim. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk perhatian nyata terhadap aspirasi para pengemudi.
“Kami sempat kaget, tapi justru merasa dihargai. Kehadiran beliau memberi semangat sekaligus menenangkan suasana,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, para pengemudi menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya realisasi program BPJS Ketenagakerjaan serta kejelasan titik jemput penumpang di fasilitas publik seperti Stasiun Bojonegoro dan Terminal Rajekwesi.
Hasil awal menunjukkan adanya respons dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Welly Fritama, menyatakan komitmen untuk menyiapkan pembangunan shelter bagi pengemudi ojol di sejumlah titik strategis.
Selain itu, pihak pemerintah daerah juga mulai membuka ruang dialog terkait perlindungan sosial bagi para driver, termasuk kepastian program BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya belum terealisasi.
Rencana aksi lanjutan menuju DPRD Bojonegoro sempat diagendakan, namun akhirnya dibatalkan setelah sebagian tuntutan mendapat tanggapan positif.
Wio menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menjaga jalannya aksi secara damai dan sesuai aturan. Ia berharap hasil yang dicapai menjadi langkah awal menuju kepastian kerja dan perlindungan bagi pengemudi ojek online di Bojonegoro.
“Aksi ini membuktikan bahwa penyampaian aspirasi secara tertib bisa menghasilkan solusi nyata,” pungkasnya.(red)
















Komentar