Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Musim hujan kembali menunjukkan sisi ganasnya. Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Bojonegoro pada Senin (2/2/2026) pagi, menyebabkan satu rumah warga lanjut usia di Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, mengalami kerusakan berat hingga ambruk di bagian tengah bangunan.
Peristiwa tersebut terjadi saat hari masih pagi, sekitar pukul 05.00 WIB. Suasana yang awalnya tenang berubah mencekam ketika hembusan angin kencang menghantam permukiman warga. Salah satu rumah yang tak mampu bertahan adalah milik Sunarto (71), warga Dusun Kuniran RT 11 RW 03, yang selama ini tinggal di rumah sederhana tersebut.
Menurut keterangan warga sekitar, angin datang secara tiba-tiba dan berlangsung cukup kuat. Struktur bangunan yang sudah berusia lama akhirnya roboh, meninggalkan puing-puing material bangunan dan membuat rumah tidak lagi layak untuk ditempati.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menerima laporan kejadian beberapa jam setelah peristiwa terjadi. Laporan masuk pada pukul 08.50 WIB, dan petugas langsung diberangkatkan ke lokasi pada pukul 09.20 WIB untuk memastikan kondisi korban serta tingkat kerusakan bangunan.
Sesampainya di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB, tim BPBD melakukan asesmen menyeluruh. Dari hasil pendataan, rumah korban dinyatakan mengalami kerusakan sangat berat dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp60 juta.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan bahwa penanganan difokuskan pada keselamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pascakejadian, mengingat korban merupakan warga lanjut usia.
“Kami langsung melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan dan bantuan darurat,” ujarnya.
Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Bojonegoro menyalurkan bantuan logistik kepada korban. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, seperti paket sembako, terpal penutup, paket kebersihan, hygiene kit, family kit, serta bantuan sandang, guna membantu korban bertahan di masa awal pascabencana.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kuniran untuk menyusun laporan resmi kejadian yang akan diteruskan kepada Bupati Bojonegoro dan instansi terkait, sebagai dasar tindak lanjut penanganan dan kemungkinan bantuan lanjutan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, peristiwa tersebut menegaskan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Bojonegoro, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan warga yang tinggal di bangunan tidak permanen.
BPBD Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama musim hujan. Warga diminta mengamankan lingkungan sekitar, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.
“Masyarakat bisa menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Bojonegoro melalui WhatsApp di nomor 0811-3356-444atau melapor kepada perangkat desa dan kecamatan terdekat jika terjadi kejadian darurat,” pungkas Heru.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan, kepedulian lingkungan, dan respon cepat semua pihak sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana di tengah cuaca yang kian sulit diprediksi.(Mu)




















Komentar