Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bojonegoro mulai melakukan pembersihan internal dan penguatan ideologi melalui Rapat Pleno Diperluas yang digelar Sabtu (17/1/2026). Langkah ini menandai dimulainya “tahun konsolidasi” bagi partai berlambang pohon beringin tersebut untuk menyongsong Pemilu 2029. Ketua DPD Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, mengirimkan sinyal keras kepada seluruh pengurus bahwa periode kepemimpinannya tidak akan memberi ruang bagi mereka yang hanya ingin mencari keuntungan jabatan tanpa kontribusi nyata di lapangan.
Pria yang akrab disapa Mas Pri ini menegaskan bahwa kekuatan politik sejati tidak terletak pada nama besar di struktur organisasi, melainkan pada gerak mesin partai di tingkat akar rumput. Dalam arahannya, ia menuntut setiap bidang untuk menyusun program kerja yang konkret dan terukur, menjauhi seremoni politik yang tidak membuahkan hasil. Strategi ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kader, mulai dari pimpinan kecamatan hingga tingkat desa, memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat, bukan sekadar muncul saat musim kampanye tiba.
Sejalan dengan restrukturisasi tersebut, Dewan Pertimbangan DPD Golkar Bojonegoro, KH Tamam Syaifudin, memberikan sokongan moral dengan mendorong persatuan penuh di bawah komando kepemimpinan baru. Tamam menekankan bahwa Golkar harus segera mengambil peran strategis di daerah dan tidak boleh lagi menjadi sekadar “partai pelengkap” di parlemen. Fraksi Golkar di DPRD Bojonegoro didorong untuk tampil sebagai inisiator kebijakan yang mampu mengawal program strategis dari tingkat pusat hingga kabupaten, guna memulihkan citra Golkar sebagai partai idaman masyarakat.
Partai ini juga mematok target ambisius untuk melampaui perolehan 10 kursi pada Pemilu mendatang. Target tersebut dinilai realistis asalkan seluruh elemen partai mampu bekerja secara kolektif dan disiplin. Sebagai langkah awal, penyegaran struktur Fraksi Golkar di DPRD telah dilakukan untuk meningkatkan performa legislasi. Selain itu, transparansi internal juga mulai diperketat, yang ditandai dengan pelaporan kegiatan dan keuangan tahun 2025 secara terbuka dalam forum rapat internal sebelum pleno diperluas dilaksanakan.
Menutup arahannya, Golkar Bojonegoro mengumumkan akan memperkuat pendekatan sosial dan keagamaan sebagai jembatan menuju hati pemilih. Berbagai agenda kemasyarakatan menjelang Ramadan dan kaderisasi berkelanjutan telah masuk dalam peta jalan Rakerda 2026. Dengan memanaskan mesin politik lebih dini, Golkar Bojonegoro ingin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar organisasi politik formal, melainkan gerakan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh warga di pelosok desa.(Mu)




















Komentar