Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk memastikan pengelolaan Dana Abadi Pendidikan yang transparan dan akuntabel. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam rapat paripurna DPRD yang digelar Senin (17/3/2025).
Dalam jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Nota Penjelasan Raperda Dana Abadi Pendidikan, Bupati menjelaskan bahwa dana ini akan ditempatkan dalam rekening khusus yang terpisah dari keuangan daerah lainnya. Sistem pengelolaannya juga akan dilakukan secara otomatis dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga pertumbuhan dana dapat dipantau dengan jelas.
“Setiap semester, pengelola dana abadi akan melaporkan pengelolaannya kepada Bupati dan mempublikasikannya di halaman resmi Pemerintah Daerah,” ujar Setyo Wahono.
Selain itu, pengelolaan dana abadi akan diawasi oleh aparat pengawasan internal pemerintah serta diaudit setiap tahun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pendidikan jangka panjang ini.
Fokus Pemanfaatan Dana Abadi
Dana abadi pendidikan ini akan difokuskan untuk mendanai pendidikan jenjang sarjana dan pascasarjana bagi masyarakat Bojonegoro. Dalam lima tahun pertama pembentukannya, anggaran beasiswa akan dicatat secara jelas dalam dokumen perencanaan anggaran daerah agar akuntabilitasnya terjaga.
Menanggapi pandangan fraksi-fraksi di DPRD, Bupati juga menegaskan bahwa dana abadi hanya akan digunakan untuk beasiswa pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak ada penarikan tersembunyi dalam pengelolaannya, karena seluruh hasil pengembangan dana akan langsung ditransfer sesuai ketentuan yang berlaku.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat
Bupati Setyo Wahono juga menyambut baik berbagai masukan dari fraksi-fraksi DPRD, termasuk dari Partai Golkar yang menyoroti perlunya keterlibatan masyarakat dalam penyusunan program. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap saran, kritik, dan diskusi untuk menyempurnakan kebijakan ini.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan dapat memberikan masukan yang konstruktif demi keberhasilan program ini,” kata Bupati.
Dengan langkah-langkah yang disusun secara matang, pengelolaan Dana Abadi Pendidikan di Bojonegoro diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.




















Komentar