BOJONEGORO – Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro pada Kamis (14/8/2025) tidak sekadar membahas perubahan struktur perangkat daerah. Dari forum itu, Bupati Setyo Wahono menegaskan arah baru tata kelola pemerintahan: memperkuat inovasi daerah melalui pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan menjadikan BPBD berstatus tipe A.
Menurut Wahono, langkah tersebut bukan hanya penyesuaian administrasi, melainkan strategi menghadapi tantangan masa depan, mulai dari transformasi energi, krisis air bersih, banjir tahunan, hingga kebutuhan inovasi layanan publik berbasis teknologi.
“BRIDA tidak boleh hanya lahir di atas kertas, tapi harus mampu menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat nyata. Sementara itu, peningkatan status BPBD ke tipe A akan memperkuat komando dalam penanggulangan bencana,” tegasnya.
Sejumlah fraksi DPRD memberi catatan khusus. Fraksi PAN-BNR menekankan pentingnya solusi permanen untuk banjir di Kepohbaru dan Baureno serta penanganan kekeringan. Fraksi Golkar menyoroti potensi unggulan daerah yang harus dikelola BRIDA, sementara Fraksi Demokrat mendorong adanya indikator kinerja terukur di setiap perangkat daerah.
Bupati Wahono menyambut seluruh pandangan tersebut dengan komitmen memperkuat SDM, anggaran, dan infrastruktur pendukung. “Tujuan akhirnya adalah melahirkan peraturan daerah yang tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga menjawab keresahan masyarakat,” pungkasnya.(red)




















Komentar