Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Setelah sempat vakum selama momentum Ramadan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menghadirkan ruang publik yang dinanti masyarakat. Kegiatan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor dipastikan akan kembali digelar di kawasan alun-alun kota pada Minggu (29/3/2026).
Program yang dikelola melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro ini akan berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB. CFD menjadi salah satu agenda rutin yang tidak hanya berfokus pada aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan penggerak ekonomi lokal.
Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Welly Fitrama, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis telah dimatangkan, termasuk penempatan personel di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas.
“Kami sudah menyiagakan petugas untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan alun-alun. Ini penting agar kegiatan CFD berjalan lancar dan masyarakat merasa aman serta nyaman,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
CFD di Bojonegoro tidak sekadar menjadi ajang olahraga pagi seperti jalan santai, jogging, atau bersepeda. Lebih dari itu, kegiatan ini telah berkembang menjadi ruang produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.
Deretan lapak kuliner, minuman, hingga produk kreatif biasanya memadati area sekitar CFD, menciptakan perputaran ekonomi yang cukup signifikan setiap pekannya.
Welly mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana menjaga kesehatan sekaligus mendukung pelaku usaha lokal. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban bersama selama kegiatan berlangsung.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan parkir kendaraan. Pengunjung diimbau untuk tidak memaksakan masuk ke area steril CFD yang telah ditutup untuk kendaraan bermotor.
“Silakan parkir di lokasi yang sudah disediakan. Jangan sampai kendaraan masuk ke area CFD karena itu akan mengganggu kenyamanan pengunjung lain,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kesadaran kolektif ini dinilai menjadi kunci utama suksesnya pelaksanaan CFD.
Dengan kembalinya CFD, Pemkab Bojonegoro berharap masyarakat memiliki ruang alternatif untuk beraktivitas sehat di tengah rutinitas harian, sekaligus memperkuat geliat ekonomi kerakyatan.
Kegiatan ini pun menjadi simbol bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan secara optimal—tidak hanya untuk rekreasi, tetapi juga sebagai wadah kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.(red)




















Komentar