Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Perubahan besar kerap lahir dari sesuatu yang sederhana. Di Desa Selorejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, perubahan itu kini membentang lurus di tengah hamparan sawah hijau. Jalan yang dulunya hanya pematang sempit, licin saat hujan dan berdebu kala kemarau, kini bertransformasi menjadi jalur rigid beton yang kokoh dan lapang. Warga menamainya dengan penuh kebanggaan: “Zamrud Seloistiwa”—Selorejo Istimewa.
Julukan tersebut bukan sekadar permainan kata. Bagi 2.950 jiwa penduduk Selorejo, jalan sepanjang 1.216 meter dengan lebar 4 meter itu adalah simbol harapan, kemajuan, dan harga diri desa. Seperti halnya Zamrud Khatulistiwa yang melambangkan kekayaan Nusantara, jalan ini dipandang sebagai permata pembangunan yang mengubah wajah dan masa depan desa.
Pembangunan jalan rigid beton yang didanai melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025 itu kini telah mencapai progres fisik sekitar 70 persen pada awal 2026. Meski belum rampung sepenuhnya, manfaatnya sudah mulai dirasakan warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Secara geografis, jalan ini memiliki peran strategis. Selain membelah area persawahan Desa Selorejo, jalur tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan masyarakat menuju Desa Karangan dan Desa Sugihwaras di Kecamatan Kepohbaru. Jalur ini menjelma sebagai urat nadi penghubung antarwilayah, memperpendek jarak tempuh sekaligus memangkas biaya distribusi hasil pertanian.
Kepala Desa Selorejo, Iris Setiawan Hadi, menyebut Zamrud Seloistiwa bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol kemajuan desa yang dibangun dari kebutuhan nyata masyarakat.
“Ini bukan hanya jalan. Ini adalah simbol perubahan. Mobilitas petani, pedagang, hingga pelajar kini jauh lebih cepat, aman, dan nyaman. Dampaknya langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari warga,” ungkap Iris, Sabtu (24/1/2026).
Lebih jauh, Iris melihat jalan ini sebagai pintu masuk bagi transformasi sosial desa. Desain jalan yang membentang rapi di tengah persawahan menciptakan lanskap baru yang estetik dan terbuka. Ia memprediksi Zamrud Seloistiwa akan berkembang menjadi ikon ruang publik desa, tempat warga berkegiatan bersama.
“Ke depan, jalan ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas sosial, seperti fun run, street gym, hingga car free day. Ini ruang baru bagi warga untuk berinteraksi, berolahraga, dan membangun kebersamaan,” ujarnya.
Guna memastikan manfaat jalan tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan, Pemerintah Desa Selorejo menegaskan lima komitmen utama dalam pelaksanaan pembangunan. Pertama, dukungan penuh terhadap program BKKD Kabupaten Bojonegoro sebagai instrumen pemerataan pembangunan infrastruktur desa, khususnya akses jalan pertanian.
Kedua, pelaksanaan pembangunan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pedoman teknis, dan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ketiga, pemerintah desa menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, dengan melibatkan unsur masyarakat dan lembaga desa dalam proses pengawasan.
Komitmen keempat adalah mendorong partisipasi aktif masyarakat, terutama petani dan pemilik lahan persawahan, agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai kebutuhan lapangan. Kelima, pemerintah desa berkomitmen menjaga dan merawat hasil pembangunan agar jalan rigid beton tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Transformasi yang terjadi di Selorejo menjadi potret bagaimana pembangunan infrastruktur desa tidak hanya menjawab persoalan fisik, tetapi juga membangun optimisme kolektif. Jalan yang dulu menjadi simbol keterbatasan kini menjelma sebagai lambang kemajuan dan peluang ekonomi baru.
Di tengah hamparan sawah yang tetap hijau, Zamrud Seloistiwa berdiri sebagai penanda bahwa pemerataan pembangunan bukan sekadar jargon. Ia hadir nyata, mengubah medan persawahan menjadi jalur peradaban, dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membawa pembangunan hingga ke pelosok desa—tempat harapan warga tumbuh dan masa depan mulai dirancang. (Mu)




















Komentar