Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Membangun karakter kebangsaan tidak cukup hanya dengan memahami nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan secara teoritis. Dalam kehidupan bermasyarakat, nilai tersebut perlu diwujudkan melalui kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan.
Pesan tersebut tergambar dalam kegiatan Pemberdayaan Komponen Masyarakat melalui Penguatan Karakter Kebangsaan Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0813 Bojonegoro, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ahmad Yani Makodim 0813 Bojonegoro itu mempertemukan berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta aparatur birokrasi. Mereka mengikuti kegiatan dengan mengusung tema “Membangun Sinergitas Komponen Masyarakat dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah demi Terwujudnya Ketahanan Nasional.”
Ada hal menarik dalam kegiatan tersebut. Penguatan karakter kebangsaan tidak hanya disampaikan melalui pemaparan materi di dalam ruangan, tetapi juga diterjemahkan melalui sejumlah permainan edukatif dan simulasi kerja sama.
Para peserta kemudian diajak menuju lapangan tenis Makodim untuk mengikuti berbagai permainan yang membutuhkan konsentrasi dan kekompakan.
Salah satunya adalah permainan memindahkan hula hoop rotan secara berantai tanpa memutus pegangan tangan. Permainan sederhana tersebut mengharuskan setiap peserta berkomunikasi dan menyesuaikan gerakan dengan anggota kelompok lainnya.
Permainan lain dilakukan dengan menjaga keseimbangan bola di atas jaring tali. Peserta harus mengatur gerakan secara bersama-sama agar bola tetap berada di atas jaring.
Dari permainan tersebut, pesan yang ingin dibangun menjadi lebih konkret. Sebuah kelompok tidak akan mudah menyelesaikan tantangan apabila masing-masing orang hanya bergerak berdasarkan kepentingannya sendiri.
Sebaliknya, komunikasi, koordinasi, dan kesediaan menyesuaikan diri menjadi faktor penting agar tujuan bersama dapat dicapai.
Pendekatan seperti itu relevan dengan kehidupan masyarakat yang terdiri atas berbagai latar belakang. Perbedaan profesi, usia, pandangan, maupun peran sosial tidak harus menjadi penghalang ketika ada tujuan bersama yang ingin dicapai.
Kasdim 0813 Bojonegoro Mayor Inf Marwoko Suwandono membuka kegiatan tersebut. Sementara dalam sambutan tertulis Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ditekankan bahwa cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan keterlibatan berbagai komponen bangsa.
Menurut Dandim, visi Indonesia sebagai negara maju, sejahtera, adil, berdaulat, dan berdaya saing global tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah atau satu institusi. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Dalam kerangka Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN), TNI AD juga mendorong tumbuhnya kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Namun, tantangan membangun karakter masyarakat saat ini tidak hanya datang dari persoalan konvensional. Perubahan sosial dan perkembangan ruang digital membuat kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi serta menjaga hubungan sosial juga semakin penting.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada 2026 menekankan bahwa penguatan karakter membutuhkan orkestrasi lintas sektor. Penguatan karakter diarahkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, lingkungan ibadah hingga ruang digital.
Dalam konteks tersebut, kegiatan di Kodim Bojonegoro dapat dilihat sebagai salah satu ruang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Pertemuan lintas elemen menjadi penting karena ketahanan sosial tidak hanya dibangun melalui institusi formal. Hubungan antarmasyarakat, komunikasi, dan kepercayaan juga menjadi modal ketika daerah menghadapi berbagai persoalan bersama.
Permainan kelompok yang dilakukan dalam kegiatan tersebut pada akhirnya bukan sekadar aktivitas untuk mencairkan suasana. Di dalamnya terdapat latihan sederhana mengenai bagaimana seseorang harus berkoordinasi dengan orang lain untuk mencapai target yang sama.
Nilai tersebut juga berkaitan erat dengan semangat gotong royong. Ketika satu orang mengalami kesulitan, anggota kelompok lain harus ikut membantu agar seluruh kelompok dapat menyelesaikan tantangan.
Pola kerja sama semacam itu menjadi relevan dalam kehidupan masyarakat. Pembangunan daerah, penanganan persoalan sosial, hingga menjaga ketahanan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dengan peran yang berbeda.
Karena itu, penguatan karakter kebangsaan tidak berhenti pada kemampuan menghafal nilai-nilai kebangsaan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana nilai tersebut hadir dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika masyarakat harus bekerja bersama dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda.
Kodim 0813 Bojonegoro berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan dan kerja sama antara TNI AD dengan seluruh komponen masyarakat di wilayah Bojonegoro.
Dari kegiatan tersebut terlihat bahwa karakter kebangsaan pada akhirnya berkaitan dengan kemampuan membangun ruang bersama. Ketika perbedaan dapat dikelola melalui komunikasi dan kerja sama, masyarakat memiliki modal sosial yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.
Menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan manusia tidak hanya berbicara mengenai kemampuan ekonomi maupun penguasaan teknologi. Karakter, tanggung jawab sosial, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian penting dari kualitas masyarakat.
Dari Bojonegoro, pesan tersebut diterjemahkan melalui kegiatan sederhana: duduk bersama, berkomunikasi, dan menyelesaikan tantangan secara berkelompok. Sebuah gambaran bahwa semangat kebangsaan tidak hanya perlu dibicarakan, tetapi juga perlu dilatih dalam kehidupan bersama.(*red)




















Komentar