EMCL dan Pemuda Muhammadiyah Cetak Duta Literasi Digital, 20 Sekolah di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Internet Sehat

Program literasi digital tahun 2026 tidak hanya membekali siswa dan guru dengan kemampuan teknologi, tetapi juga menanamkan etika bermedia sosial agar generasi muda mampu mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya

Bojonegoro, Ekonomi, Rilis1578 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Arus perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kemampuan literasi digital generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bojonegoro menggelar pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa dari 20 sekolah di Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja Tahun 2026 itu berlangsung di Auditorium Kampus B STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Senin (15/6/2026). Pelatihan diikuti puluhan guru dan siswa terpilih yang diproyeksikan menjadi agen perubahan dalam membangun budaya digital yang sehat di lingkungan sekolah masing-masing.

banner 336x280

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, jajaran pengurus PDPM Bojonegoro, serta para pelatih dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Provinsi Jawa Timur yang akan mendampingi peserta selama program berlangsung.

Perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, mengatakan bahwa digitalisasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari oleh generasi muda maupun dunia pendidikan.

Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi soal akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana masyarakat mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.

“Kita hidup di era digital yang berkembang sangat cepat. Karena itu kita harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus tetap berada dalam kendali manusia. Kemampuan literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak menjadi pengguna pasif yang mudah terpengaruh oleh berbagai informasi maupun tren negatif yang beredar di dunia maya.

“Jangan sampai kita yang dikendalikan teknologi. Justru kita harus mampu mengendalikan teknologi untuk mendukung pengembangan diri dan masa depan,” tegasnya.

Pelatihan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro yang melihat literasi digital sebagai kebutuhan penting dalam dunia pendidikan saat ini.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, Achmad Nur Rochim, menilai kemampuan menggunakan teknologi secara sehat harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan moral peserta didik.

Menurutnya, perkembangan media sosial dan internet menghadirkan banyak peluang positif, namun juga membawa tantangan yang perlu diantisipasi melalui pendidikan yang tepat.

“Kami berharap lahir generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu memanfaatkan media digital secara bertanggung jawab,” katanya.

Ia menambahkan, para guru dan siswa yang mengikuti pelatihan memiliki peran strategis sebagai pelopor literasi digital di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh kepada teman sebaya maupun komunitas pendidikan yang lebih luas.

Dalam program tersebut, para peserta tidak hanya menerima materi pelatihan secara teori, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari para pelatih RTIK Jawa Timur selama beberapa bulan ke depan.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mengembangkan berbagai inisiatif literasi digital di sekolah masing-masing.

Sebagai bagian dari program, para siswa dan guru juga akan mengikuti kompetisi tingkat kabupaten yang menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus mendorong kreativitas dalam memanfaatkan teknologi secara positif.

Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, dan sektor industri, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda Bojonegoro yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran etika digital yang kuat.

Di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri ruang digital, kemampuan memilah informasi, menjaga etika bermedia sosial, dan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri menjadi bekal penting bagi generasi masa depan. Karena itu, pelatihan literasi digital seperti ini dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era digital.(red)

banner 336x280

Komentar