Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Bupati Bojonegoro Tekankan Efisiensi APBD 2026 dan Percepatan Layanan Publik

Apel dan halal bihalal ASN jadi momentum penguatan kinerja; Pemkab Bojonegoro dorong penghematan anggaran, optimalisasi PAD, dan layanan perizinan cepat

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Suasana berbeda tampak di halaman Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (25/03/2026). Di hari pertama masuk kerja usai libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkumpul dalam apel pagi yang dirangkai dengan halal bihalal—sebuah momentum yang tak sekadar seremonial, tetapi sarat pesan strategis arah pembangunan daerah ke depan.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Setyo Wahono, yang dalam arahannya menegaskan bahwa fase pasca-Lebaran harus menjadi titik balik peningkatan kinerja birokrasi. Ia menekankan bahwa tantangan ke depan tidak ringan, terutama dalam menghadapi dinamika fiskal yang semakin kompleks.

banner 336x280

Dalam pidatonya, Bupati menggarisbawahi kebijakan efisiensi ketat yang akan diterapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar penghematan, melainkan strategi untuk memastikan setiap anggaran benar-benar digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

“Kegiatan yang tidak mendesak atau hanya bersifat seremonial harus dikurangi. Namun pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang sedikit pun,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Instruksi efisiensi tersebut menyasar berbagai sektor operasional, mulai dari pembatasan perjalanan dinas, pengendalian konsumsi bahan bakar, hingga penggunaan listrik di lingkungan perkantoran. Bupati juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih selektif dalam merancang program, dengan mengedepankan prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tak hanya itu, upaya memperkuat kemandirian fiskal juga menjadi perhatian utama. Pemkab Bojonegoro didorong untuk lebih agresif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui inovasi sektor-sektor unggulan yang selama ini belum tergarap maksimal.

Di sisi pelayanan publik, percepatan proses perizinan menjadi sorotan penting. Bupati menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh lagi berbelit-belit. Setiap permohonan masyarakat harus ditangani dengan cepat, transparan, dan memberikan kepastian hukum.

“Kecepatan dan kepastian layanan adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Jangan sampai ada lagi proses yang berlarut-larut,” ujarnya.

Sektor ketahanan pangan pun tak luput dari perhatian. Bupati menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama para camat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif. Langkah ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Selain aspek ekonomi dan pelayanan, isu lingkungan juga menjadi bagian dari agenda strategis. Bupati mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga sektor swasta, untuk kembali menghidupkan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ia menilai, budaya pengelolaan sampah yang baik adalah fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Setyo Wahono menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh ASN. Ia berharap nilai-nilai kebersihan hati dan semangat baru pasca-Ramadan dapat diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang lebih baik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal, di mana seluruh ASN saling bersalaman dan bermaafan. Di balik suasana hangat tersebut, terselip pesan kuat: bahwa kebersamaan dan soliditas internal menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Dengan kombinasi antara efisiensi anggaran, peningkatan kinerja, dan inovasi layanan, Pemkab Bojonegoro berharap dapat menjaga ritme pembangunan sekaligus menjawab ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik.(Mu)

banner 336x280

Komentar