Jembatan Sempit Balenrejo Kembali “Makan Korban”, Truk Tronton Terguling Timpa Pipa PDAM

Kades Balenrejo Desak Pelebaran Jembatan Usai Kecelakaan Tunggal yang Lumpuhkan Infrastruktur Publik

Bojonegoro, Peristiwa831 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Kecelakaan tunggal yang menimpa truk boks tronton bernomor polisi B 9703 TEW di Jalan Raya Bojonegoro–Babat, Desa Balenrejo, Sabtu (17/1/2026) dini hari, kembali menyingkap tabir kerawanan infrastruktur jalan nasional. Kendaraan besar yang dikemudikan Suprapto (49) tersebut terperosok dan terguling ke kiri setelah menabrak pembatas ban saat melintasi jembatan yang menyempit. Insiden pukul 02.30 WIB ini tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga menghancurkan tiang lampu jalan serta memutus pipa air PDAM di lokasi kejadian.

Hingga Sabtu pagi, bangkai truk raksasa tersebut masih dalam posisi terguling, menjadi tontonan warga sekaligus peringatan keras bagi pengguna jalan. Meski pengemudi asal Tegal tersebut dilaporkan hanya mengalami luka ringan, dampak material dan gangguan layanan publik akibat rusaknya pipa air serta penerangan jalan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Petugas dari Polsek Balen dikerahkan sepenuhnya ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan panjang di jalur penghubung antar-kabupaten tersebut.

banner 336x280

Kepala Desa Balenrejo, Imam Pribadi, mengungkapkan bahwa titik kecelakaan ini merupakan area “leher botol” yang sangat rawan bagi kendaraan besar. Kondisi jalan raya yang lebar secara tiba-tiba menyempit saat memasuki area jembatan, menciptakan risiko tinggi bagi pengemudi yang kurang konsentrasi atau tidak menguasai medan, terutama saat melintas di tengah kegelapan malam. “Di titik ini jalannya mengecil karena ada jembatan, sehingga kendaraan besar harus ekstra hati-hati,” jelas Imam saat dikonfirmasi.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dugaan kurangnya konsentrasi pengemudi hanyalah satu sisi dari penyebab masalah. Akar masalah yang lebih besar adalah ketimpangan antara volume kendaraan berat dengan kapasitas jembatan yang sudah tidak memadai. Keberadaan tumpukan ban sebagai penanda di area jembatan dinilai tidak cukup kuat untuk menjamin keamanan jika tidak dibarengi dengan perbaikan konstruksi yang permanen dan sesuai standar jalan nasional.

Menanggapi kejadian yang terus berulang, Pemerintah Desa Balenrejo mendesak pemerintah pusat maupun provinsi untuk segera melakukan pelebaran jembatan di titik tersebut. Urgensi pembangunan ini dianggap krusial untuk meminimalkan risiko kecelakaan fatal di masa depan. “Kami berharap jembatan ini segera dibangun dan diperlebar agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkas Imam, menyuarakan aspirasi warga yang khawatir akan keamanan jalur utama tersebut.(Mu)

banner 336x280

Komentar