Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Standar kesiapan personel terus diperkuat melalui pengujian fisik terukur. Kodim 0813 Bojonegoro menggelar Penilaian Siap Jasmani Militer (PSJM) sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi seluruh prajurit jajaran Koramil dan Posramil. Kegiatan ini difokuskan untuk memastikan kondisi fisik, daya tahan, dan mental personel tetap berada pada level optimal.
PSJM dilaksanakan dengan skema materi uji lapangan yang menuntut stamina dan disiplin tinggi, meliputi Hanmars (ketahanan mars) sejauh 10 kilometer serta renang militer jarak 50 meter. Seluruh rangkaian dirancang tidak sekadar menjadi tes, tetapi juga bagian dari sistem pemeliharaan kemampuan dasar keprajuritan.
Sebelum pelaksanaan, setiap peserta menjalani pemeriksaan kesehatan serta pengecekan perlengkapan untuk memastikan keamanan selama kegiatan. Tahapan dilanjutkan dengan pemanasan terpadu guna meminimalkan risiko cedera saat pelaksanaan materi fisik berat.
Kegiatan Hanmars dilepas langsung oleh Komandan Latihan, Edy Supriyono, yang menegaskan bahwa PSJM merupakan instrumen penting dalam menjaga standar kesiapan tempur dan teritorial. Rute mars menempuh sejumlah jalur utama di kawasan Bojonegoro sebelum seluruh peserta kembali ke markas sebagai titik akhir.
Menurutnya, program penilaian jasmani ini menjadi agenda rutin dalam pola pembinaan TNI Angkatan Darat. Tujuannya bukan hanya mengukur kemampuan individu, tetapi membangun konsistensi kesiapan fisik dan mental secara kolektif.
Setiap tahapan pengujian dilakukan dengan pengamanan berlapis. Tim medis disiagakan di beberapa titik untuk melakukan pemantauan kondisi prajurit selama kegiatan berlangsung. Standar prosedur keselamatan diterapkan ketat, mulai dari start hingga seluruh peserta menyelesaikan materi.
Usai menuntaskan Hanmars, rangkaian PSJM berlanjut ke materi renang militer yang digelar di Kolam Renang BWS. Uji kemampuan di medan air ini menjadi indikator tambahan ketahanan fisik sekaligus keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam berbagai skenario penugasan.
Melalui PSJM, satuan teritorial tidak hanya menjaga kebugaran prajurit, tetapi juga memperkuat kultur profesionalisme. Fisik yang terpelihara dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung tugas pembinaan wilayah, respons kebencanaan, serta pelayanan kepada masyarakat.
Pembinaan jasmani yang terstruktur dan terukur ini sekaligus menjadi pesan bahwa kesiapan aparat teritorial dibangun dari latihan rutin, disiplin, dan evaluasi berkala—bukan hanya saat menghadapi penugasan, tetapi sebagai standar harian prajurit di lapangan. (Mu)




















Komentar