
Halobojongoro.id, Bojonegoro – Peran perempuan dalam sektor energi nasional kian menguat. PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif dan setara melalui momentum peringatan International Women’s Day 2026 yang digelar di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pertengahan Maret 2026.
Dalam peringatan tersebut, PLN menyoroti pentingnya dukungan lingkungan kerja dan keluarga dalam mendorong perempuan untuk berkembang secara profesional. Psikolog sekaligus Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, menilai bahwa kombinasi keduanya menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kepercayaan diri dan produktivitas perempuan.

Menurutnya, perempuan yang mendapatkan dukungan akan mampu memberikan kontribusi lebih besar, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Di sisi korporasi, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan bahwa sektor kelistrikan kini bukan lagi domain yang didominasi laki-laki. Ia menyebut semakin banyak perempuan hadir sebagai tenaga profesional yang kompeten, bahkan memegang peran strategis dalam pengelolaan proyek-proyek kelistrikan nasional.
“Perempuan di PLN kini tidak hanya berkontribusi, tetapi juga memimpin dan menjadi bagian penting dalam memastikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat,” ujarnya.
Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa transformasi budaya kerja di sektor energi tengah berjalan. PLN secara konsisten menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan, mulai dari pelatihan kepemimpinan, mentoring, hingga ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya inovasi dari para pegawai perempuan.
Tak hanya di internal perusahaan, kontribusi perempuan PLN juga meluas ke ranah sosial melalui berbagai program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Dalam implementasinya, PLN melibatkan perempuan dalam sejumlah program pemberdayaan masyarakat, seperti pengelolaan sampah, pendidikan, hingga ketahanan bencana.
Salah satu gerakan yang menjadi sorotan adalah program Srikandi PLN, yang menjadi wadah bagi perempuan untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Program ini telah menjangkau berbagai sektor, mulai dari edukasi hingga penguatan komunitas di daerah.
Melalui pendekatan tersebut, PLN ingin memastikan bahwa kehadirannya tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
Arsyadany menambahkan, pemberdayaan perempuan bukan sekadar agenda simbolis, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan organisasi dan bangsa.
“Ketika perempuan diberi ruang untuk tumbuh, maka yang berkembang bukan hanya individu, tetapi juga organisasi dan ekosistem di sekitarnya,” tegasnya.
Momentum International Women’s Day tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kesetaraan gender di dunia kerja bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata di tengah dinamika global. PLN, sebagai salah satu BUMN strategis, berupaya menjadi bagian dari perubahan tersebut dengan membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional.
Dengan langkah ini, PLN tidak hanya menyalakan listrik di seluruh pelosok negeri, tetapi juga menyalakan harapan bagi perempuan Indonesia untuk terus maju, berdaya, dan berkontribusi dalam berbagai lini kehidupan.(Mu)



















Komentar