Lapas Bojonegoro Perkuat Layanan Kesehatan 24 Jam, Klinik Terbuka dan Kontrol Keliling Jadi Andalan

Hak kesehatan warga binaan dijamin maksimal, rujukan ke RS Sosodoro Djatikoesoemo disiapkan untuk kondisi darurat

banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Komitmen peningkatan layanan publik kembali ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bojonegoro dengan memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Upaya ini menjadi bagian dari pemenuhan hak dasar sekaligus penunjang keberhasilan program pembinaan di dalam lapas.

Di tengah keterbatasan ruang gerak warga binaan, layanan kesehatan justru dihadirkan secara aktif dan responsif. Tidak hanya mengandalkan pelayanan di dalam klinik, petugas medis juga menerapkan sistem jemput bola melalui kontrol keliling ke blok hunian.

banner 336x280

Dokter lapas, Dendy Fitra Lesmana, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan di Lapas Bojonegoro dirancang berjalan tanpa henti selama 24 jam. Sistem ini memastikan setiap keluhan kesehatan dapat segera ditangani, kapan pun dibutuhkan.

“Kami tidak hanya membuka layanan klinik setiap hari, tetapi juga rutin melakukan pemeriksaan langsung ke blok hunian. Bahkan pada malam hari, jika ada warga binaan yang sakit, petugas tetap siap memberikan pelayanan,” ujarnya, Kamis (26/03/2026).

Model pelayanan open klinik yang diterapkan memungkinkan warga binaan mengakses layanan kesehatan secara mudah dan cepat. Sementara itu, kontrol keliling menjadi langkah preventif untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam meminimalisir risiko penyakit yang bisa berkembang di lingkungan hunian tertutup, sekaligus membangun hubungan yang lebih humanis antara petugas dan warga binaan.

Tak hanya itu, Lapas Bojonegoro juga telah menyiapkan skema rujukan medis untuk penanganan lanjutan. Dalam kondisi tertentu yang membutuhkan tindakan lebih serius, pihak lapas akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Sosodoro Djatikoesoemo sebagai fasilitas rujukan utama.

“Jika diperlukan penanganan lanjutan, kami langsung berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan. Semua dilakukan sesuai prosedur dan dengan pengawalan ketat,” tambah Dendy.

Sementara itu, Kepala Lapas Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan prioritas utama dalam sistem pembinaan warga binaan.

Menurutnya, kondisi kesehatan yang terjaga akan berdampak langsung pada keberhasilan proses pembinaan, baik dari sisi mental maupun fisik.

“Kami memastikan seluruh warga binaan mendapatkan layanan kesehatan secara optimal. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan yang profesional dan humanis,” tegasnya.

Dengan sistem layanan yang terintegrasi—mulai dari klinik harian, kontrol keliling, hingga rujukan medis—Lapas Bojonegoro berupaya menciptakan lingkungan yang sehat dan layak bagi warga binaan.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemenuhan hak dasar, termasuk layanan kesehatan, tetap menjadi prioritas meski berada dalam lingkungan pemasyarakatan. Ke depan, pola pelayanan yang adaptif dan responsif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kesehatan warga binaan serta mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan.(Mu)

banner 336x280

Komentar