Milad Muhammadiyah ke-113 di Bojonegoro Jadi Contoh Harmoni Ormas: Pamter PSHT dan Muhammadiyah Bersatu Jaga Tabligh Akbar

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Perayaan Milad Muhammadiyah ke-113 di Kabupaten Bojonegoro menghadirkan suasana khidmat sekaligus meriah melalui gelaran Tabligh Akbar di Stadion Letjend Soedirman, Sabtu (29/11/2025). Ribuan jamaah dari berbagai wilayah tumplek blek memenuhi area stadion sejak pagi hari, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap agenda keagamaan besar tersebut. Kehadiran Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak, ikut memperkuat daya tarik acara yang menjadi momentum penting Muhammadiyah di daerah.

Selain menjadi ruang spirit keagamaan, kegiatan ini memberi pesan lebih luas tentang arti kebersamaan di tengah masyarakat. Panitia melibatkan Pengamanan Terpadu (Pamter) PSHT Bojonegoro sebagai bagian dari kolaborasi antarorganisasi untuk memastikan jalannya acara yang tertib dan aman. Kehadiran unsur PSHT tersebut menjadi pemandangan menarik karena menunjukkan sinergi positif lintas kelompok.

banner 336x280

Menurut Lugito, salah satu koordinator pengamanan, pelibatan Pamter PSHT bukan sekadar tenaga pengamanan tambahan, tetapi simbol kerja sama yang selama ini terjalin baik antara Muhammadiyah dan PSHT. “Ini bentuk kolaborasi Pamter PSHT dan Muhammadiyah untuk bersama-sama menjaga suksesnya acara,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pengamanan berbasis kolaborasi membuat kegiatan besar seperti ini dapat berlangsung lebih kondusif.

Apresiasi terhadap keterlibatan Pamter pun datang dari berbagai tokoh masyarakat. Salah satunya disampaikan anggota DPRD Bojonegoro dari Partai NasDem, Ahmad Suyono, yang juga dikenal sebagai kader Muhammadiyah. Ia mengucapkan terima kasih atas komitmen para personel yang turut mengawal jalannya Tabligh Akbar sejak persiapan hingga acara berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh anggota Pamter yang selalu siap membantu. Kehadiran dan dukungan kalian membuat acara dapat berjalan lancar. Ini adalah wujud kebersamaan kita dalam melayani masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi modal sosial penting bagi Bojonegoro dalam membangun suasana damai dan kolaboratif di tengah masyarakat yang majemuk.

Kegiatan Tabligh Akbar kali ini tidak hanya menjadi agenda rutin milad, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di daerah. Para jamaah yang hadir menikmati tausiyah sekaligus merasakan manfaat dari penyelenggaraan acara yang tertata baik dengan dukungan banyak pihak. Kehadiran pejabat pusat seperti Wamen Haji dan Umroh turut memberi bobot tersendiri bagi acara tersebut.

Melalui sinergi lintas elemen, kegiatan akbar Muhammadiyah di Bojonegoro ini menjadi teladan bagaimana sebuah acara keagamaan bisa berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan. Kolaborasi antara ormas besar seperti Muhammadiyah dan PSHT membuka gambaran baru tentang pentingnya kebersamaan dalam menjaga harmoni sosial. Momentum ini diharapkan menjadi tradisi baik pada perhelatan-perhelatan besar lainnya di masa mendatang. (Be)

banner 336x280

Komentar