Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Upaya memperkuat syiar Islam sekaligus mendorong peran strategis perempuan dalam pembangunan masyarakat kembali mendapat penguatan melalui pelantikan dan pengukuhan Persatuan Majelis Taklim (Permata) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) tingkat kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang digelar di Kecamatan Kanor tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus BKMT, tokoh agama, unsur TNI-Polri, serta perwakilan majelis taklim dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan umat yang tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga pemberdayaan sosial kemasyarakatan.
Melalui pelantikan tersebut, para pengurus Permata BKMT tingkat kecamatan secara resmi menerima amanah untuk mengembangkan program organisasi di wilayah masing-masing. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan dakwah, pendidikan keagamaan, serta aktivitas sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ketua BKMT Kabupaten Bojonegoro, Hj. Mitro’atin, menegaskan bahwa pelantikan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar agenda seremonial organisasi.
Menurutnya, para pengurus yang telah dikukuhkan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program-program yang mampu memperkuat nilai keislaman sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Pengurus Permata harus menjadi teladan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, memperluas dakwah yang menyejukkan, serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi umat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan BKMT selama ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antarjamaah, tetapi juga sarana pembelajaran dan pemberdayaan perempuan agar mampu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dalam pandangannya, perempuan memiliki posisi yang sangat strategis karena berperan langsung dalam membentuk karakter keluarga dan generasi masa depan.
Karena itu, penguatan kapasitas perempuan melalui majelis taklim menjadi salah satu langkah penting dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berdaya, dan memiliki ketahanan sosial yang kuat.
Hj. Mitro’atin juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan organisasi. Menurutnya, majelis taklim harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan manajemen organisasi, peningkatan literasi keagamaan, serta pemanfaatan berbagai peluang kolaborasi.
Ia mendorong seluruh pengurus untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen lainnya agar program yang dijalankan memiliki dampak yang lebih luas.
“Majelis taklim harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Karena itu pengurus perlu terus meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.
Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan menunjukkan tingginya semangat para pengurus dalam mengemban amanah organisasi. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat juga menjadi modal penting bagi BKMT dalam menjalankan berbagai program pembinaan umat di tingkat kecamatan.
Dengan terbentuknya kepengurusan Permata BKMT di seluruh kecamatan, organisasi ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Keberadaan Permata BKMT juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, membangun kehidupan sosial yang harmonis, serta mendorong lahirnya generasi yang memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.
Melalui penguatan kelembagaan hingga tingkat kecamatan, BKMT Bojonegoro optimistis program pembinaan umat dapat berjalan lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat serta kemajuan daerah.(red)















Komentar