Halobojonegoro.id BOJONEGORO – Prestasi tiga pelajar asal Kabupaten Bojonegoro di ajang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 menjadi gambaran bahwa proses pembinaan karakter dan kedisiplinan di kalangan pelajar dapat berbuah prestasi hingga tingkat nasional.
Tiga siswa tersebut adalah Reihan Nifan Arkana, Wiraditya Damar Satria, dan Sandya Dewi Janitra. Ketiganya merupakan siswa SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur dan berhasil membawa nama Bojonegoro dalam seleksi Paskibraka tahun ini.
Reihan mencatat pencapaian paling tinggi setelah berhasil lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026. Ia menjadi bagian dari 76 anggota Paskibraka yang bertugas mengibarkan Sang Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Capaian tersebut sekaligus menjadi catatan penting bagi Bojonegoro. Pemerintah daerah menyebut keberhasilan Reihan merupakan kali pertama setelah 81 tahun Bojonegoro memiliki perwakilan pada jenjang Paskibraka nasional.
Perjalanan menuju tingkat nasional tentu bukan proses singkat. Seleksi dilakukan melalui tahapan yang ketat. Di tingkat daerah, tercatat 556 pendaftar dan hanya 77 peserta yang akhirnya terpilih.
Sementara itu, dua pelajar lainnya juga tidak kalah mencatatkan prestasi. Wiraditya Damar Satria lolos sebagai anggota Paskibraka Provinsi Jawa Timur. Selain aktif dalam kegiatan Paskibraka, ia juga memiliki pengalaman sebagai atlet bola voli dan pernah mengikuti Kejuaraan Nasional U-18 di Jakarta pada Mei 2026.
Sedangkan Sandya Dewi Janitra dipercaya menjalankan peran sebagai Komandan Pasukan Paskibraka Provinsi Jawa Timur 2026. Posisi tersebut menunjukkan kepercayaan yang diberikan kepada pelajar dalam menjalankan tugas yang membutuhkan kedisiplinan, ketepatan, serta kemampuan memimpin pasukan.
Keberhasilan ketiganya mendapat apresiasi dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Penghargaan diserahkan dalam apel rutin Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (2/9/2026).
Bagi pemerintah daerah, prestasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menjalankan tugas upacara. Ada proses pembentukan karakter yang ikut berperan, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan fisik, kerja sama hingga semangat nasionalisme.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pelajar ketika mengikuti seleksi Paskibraka. Mereka tidak hanya dituntut mampu menjalankan gerakan secara tepat, tetapi juga harus mampu menunjukkan sikap, mental, dan tanggung jawab sebagai representasi generasi muda.
Kisah tiga pelajar tersebut juga memberikan gambaran bahwa prestasi tidak selalu lahir dari ruang kelas melalui kompetisi akademik. Kegiatan yang menggabungkan kedisiplinan, kepemimpinan, olahraga dan nasionalisme juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi.
Keberhasilan Reihan, Satria dan Sandya karena itu dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Bojonegoro untuk berani mengikuti berbagai proses seleksi dan kompetisi sesuai bidang yang mereka minati.
Di sisi lain, capaian tersebut juga menempatkan pembinaan generasi muda sebagai pekerjaan yang membutuhkan proses panjang. Prestasi tingkat nasional maupun provinsi tidak muncul secara instan, tetapi melalui latihan, pembinaan, seleksi dan pendampingan yang berkelanjutan.
Bojonegoro kini memiliki tiga nama yang telah menunjukkan kemampuan hingga jenjang lebih tinggi. Reihan membawa nama daerah di tingkat nasional, sementara Satria dan Sandya tampil di panggung Paskibraka Jawa Timur.
Penghargaan yang diberikan pemerintah daerah pun tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih. Momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pelajar juga membawa nama sekolah, keluarga dan daerah asalnya.
Ke depan, pengalaman yang diperoleh ketiga siswa tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk terus mengembangkan kemampuan masing-masing, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Bojonegoro lainnya.
Sebab, di balik seragam Paskibraka yang dikenakan, terdapat proses panjang tentang disiplin, keberanian mengikuti seleksi, kemampuan bekerja dalam tim, serta tanggung jawab membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional.(*red)




















Komentar