Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Momentum Dies Natalis ke-29 dimanfaatkan STIEKIA untuk memperkuat nilai spiritual di lingkungan akademik melalui kegiatan Pengajian Akbar yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, Minggu (12/06/2026). Mengusung tema “Memantaskan Diri Menjadi Tamu Allah”, kegiatan tersebut dihadiri pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Pengajian yang digelar di lingkungan kampus itu menghadirkan narasumber inspiratif, Ali Usman Mustofa. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya persoalan kesiapan materi dan fisik, tetapi juga kesiapan hati dan spiritual seseorang.
Menurutnya, ibadah haji dan umroh merupakan perjalanan jiwa yang membutuhkan keikhlasan, kesabaran, serta kebersihan hati. Ia mengajak seluruh jamaah untuk mulai mempersiapkan diri dengan memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan sesama manusia maupun dengan Allah SWT.
“Menjadi tamu Allah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati. Yang harus dipantaskan bukan hanya bekal materi, tetapi juga keikhlasan dan kebersihan jiwa,” ungkapnya di hadapan peserta pengajian.
Suasana religius terasa semakin hangat ketika ratusan peserta mengikuti rangkaian tausiyah dengan penuh khusyuk. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi kampus, tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual di tengah dinamika kehidupan akademik yang padat.
Ketua panitia, Iwan Wahyudi, berharap kegiatan tersebut mampu memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk terus memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Ia menegaskan bahwa Dies Natalis bukan hanya momentum seremonial, melainkan juga sarana mempererat ukhuwah islamiyah dan membangun karakter spiritual civitas akademika.(red)














Komentar