Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo bekerja sama dengan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dr. Wahidin, Gedung Pusat Pendidikan RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, diikuti sekitar 65 staf dan pegawai rumah sakit. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat lingkungan pelayanan kesehatan yang bersih dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Para peserta mendapatkan materi mengenai bahaya narkoba bagi kesehatan, dampak sosial, serta aspek hukum yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan kasus narkotika. Hadir sebagai narasumber Ketua LAN Kabupaten Bojonegoro Kusprianto, S.T. dan praktisi hukum Moch. Tohirin, S.H.I., M.H., CLMC.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, dr. Whenny Dyah Prajanti, yang mewakili Direktur RSUD, menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas profesi sekaligus menjadi teladan dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba.
“Tenaga kesehatan memahami bahwa narkotika memiliki manfaat medis, tetapi penggunaannya harus sesuai indikasi dan aturan yang berlaku. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat menjerat siapa saja, termasuk tenaga kesehatan. Karena itu, kepatuhan terhadap regulasi dan penguatan etika profesi harus terus dijaga.
Sementara itu, Moch. Tohirin menjelaskan bahwa persoalan narkotika tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, pencegahan harus melibatkan keluarga, lingkungan pendidikan, tempat kerja, dan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Korban penyalahgunaan narkotika perlu mendapat kesempatan untuk pulih melalui rehabilitasi, sedangkan pelaku peredaran gelap harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Pada sesi berikutnya, Ketua LAN Kabupaten Bojonegoro Kusprianto memaparkan dampak narkoba terhadap organ tubuh, kesehatan mental, dan kualitas hidup seseorang. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen pencegahan di lingkungan masing-masing.
“Mulailah dari keluarga. Bangun komunikasi yang baik, lakukan pengawasan, dan tanamkan nilai-nilai positif sejak dini karena keluarga adalah benteng pertama melindungi generasi dari bahaya narkoba,” pesannya.
Melalui sosialisasi P4GN tersebut, RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo berharap seluruh pegawai memiliki pengetahuan dan komitmen yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan Lembaga Anti Narkotika dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba demi terwujudnya masyarakat Bojonegoro yang produktif dan berintegritas.(red)














Komentar