Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro ditunjuk sebagai salah satu lokasi strategis peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia pada 16 Mei mendatang. Peninjauan kesiapan pembangunan gerai dan gudang koperasi dilakukan Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, didampingi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Selasa (12/05), di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas.
Dalam kunjungan tersebut, Jenderal Tandyo memberikan apresiasi atas progres pembangunan KDKMP di Bojonegoro, yang telah mencapai 396 dari target 430 desa atau 92,9 persen, dengan 160 titik rampung sepenuhnya. Untuk tahap peluncuran, 85 gerai siap beroperasi di 22 kecamatan, dengan lokasi dipilih berdasarkan daya beli masyarakat, infrastruktur, dan risiko bencana minimal.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan bahwa KDKMP tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Koperasi akan berkolaborasi dengan UMKM desa, menyerap hasil tani seperti padi, jagung, dan kedelai, serta mengintegrasikan informasi komoditas melalui BUMD Pangan. Setiap unit dikelola oleh 18 personel lokal yang telah mendapatkan pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Jenderal Tandyo menegaskan pentingnya kesiapan operasional agar tidak ada kendala distribusi saat peluncuran. Program ini akan menggunakan sistem manajemen komando selama tiga tahun pertama untuk menjaga stabilitas, sebelum dikelola secara mandiri. Ia juga menekankan inovasi pengolahan sampah harus memperhatikan dampak lingkungan.
Bupati Setyo Wahono menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kapasitas pengelola koperasi dan mendorong pemberdayaan ekonomi desa. “Koperasi Desa Merah Putih menjadi sarana menyalurkan produk unggulan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menambahkan bahwa KDKMP akan menjadi off-taker produk unggulan desa dan memanfaatkan sistem digital serta layanan aplikasi untuk memperluas akses pasar. Seluruh tenaga kerja pengelola diutamakan berasal dari desa setempat, membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi pedesaan.
Dengan percepatan pembangunan dan operasional KDKMP, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.(red)




















Komentar