Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pemerintah Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan pembangunan desa meskipun alokasi Dana Desa (DD) pada tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi pemerintah desa untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Desa Duwel, Ahmad Rifa’i, saat membuka Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Desa sekaligus penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Balai Desa Duwel, Selasa (30/6/2026).
Dalam sambutannya, Ahmad Rifa’i menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan berbagai unsur yang telah berkontribusi mendukung pelaksanaan pembangunan sepanjang tahun 2026.
Ia mengungkapkan bahwa Desa Duwel termasuk desa yang terdampak kebijakan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat. Dana Desa yang sebelumnya mencapai sekitar Rp700 juta kini berkurang menjadi sekitar Rp290 juta. Bahkan pada beberapa tahun sebelumnya, Desa Duwel sempat memperoleh alokasi Dana Desa lebih dari Rp1 miliar.
Meski demikian, Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan dengan mengedepankan skala prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami memahami adanya penyesuaian anggaran, namun hal itu tidak mengurangi semangat Pemerintah Desa Duwel untuk terus melaksanakan pembangunan demi kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian anggaran Dana Desa tahun 2026 dialokasikan untuk mendukung pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga ruang fiskal untuk program pembangunan lainnya menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut, kata dia, juga dialami oleh banyak desa di berbagai daerah.
Karena itu, Musdes penyusunan RKP Desa Tahun 2027 menjadi momentum penting untuk menentukan program-program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan dapat dilaksanakan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Ahmad Rifa’i mengajak seluruh peserta musyawarah untuk berpartisipasi aktif memberikan masukan serta menjaga semangat kebersamaan dalam menyusun arah pembangunan desa ke depan.
Ia optimistis sejumlah program yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2026 dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya melalui perencanaan yang matang dan pemanfaatan anggaran secara efektif.
Melalui penyusunan RKP Desa 2027 yang partisipatif, Pemerintah Desa Duwel berharap pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan sehingga cita-cita mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera dapat terus diwujudkan meski di tengah keterbatasan anggaran.(*red)














Komentar