Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Proses rekrutmen tenaga kerja untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, menuai polemik. Sejumlah kepala desa mengaku kecewa lantaran proses penjaringan calon pegawai dinilai tidak berjalan transparan dan diduga sarat kepentingan tertentu.
Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kecamatan Kalitidu, Slamet Hari Hadi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama pemerintah desa sebelumnya telah melakukan proses penjaringan calon tenaga kerja sejak 9 Mei 2026. Para pelamar yang diajukan disebut telah memenuhi kualifikasi, mulai dari lulusan SMA hingga sarjana, sesuai arahan teknis yang diterima di lapangan.
Namun, setelah data pelamar diserahkan melalui mekanisme yang telah diarahkan, sejumlah nama justru disebut dicoret tanpa pemberitahuan maupun koordinasi kepada pihak desa. Hari mengaku kaget ketika mengetahui ada perubahan komposisi tenaga kerja yang sebelumnya telah diusulkan.
Menurutnya, dari total formasi yang tersedia, terdapat beberapa posisi strategis seperti kepala toko, kasir, dan pramuniaga yang diduga diisi oleh nama-nama baru di luar daftar usulan awal. Ia juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan unsur politik dalam proses rekrutmen tersebut.
“Kami sudah melakukan penjaringan sesuai prosedur, bahkan sebagian besar yang diajukan memiliki latar belakang pendidikan S1. Tetapi tiba-tiba ada perubahan tanpa komunikasi. Ini yang membuat kami kecewa,” ujar Hari, Kamis (14/05/2026).
Atas kondisi tersebut, Kepala Desa Pungpungan itu mengaku memilih tidak lagi terlibat dalam proses pengelolaan KDMP di wilayahnya. Ia menilai persoalan serupa kemungkinan tidak hanya terjadi di satu desa, melainkan juga berpotensi dirasakan desa lain di Kecamatan Kalitidu. Polemik ini pun memunculkan harapan agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional tersebut.(red)
















Komentar