Heboh “Pocong” di Baureno Ternyata Hoaks, Polisi Pastikan Foto Hasil Editan

Kapolsek Baureno turun tangan menelusuri isu teror pocong di Desa Gunungsari, pelaku mengaku mengedit dan menyebarkan foto hingga viral di media sosial

Bojonegoro, Peristiwa1444 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Kehebohan soal dugaan teror pocong yang sempat meresahkan warga Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, dipastikan tidak benar. Aparat kepolisian menyebut informasi yang beredar di media sosial hanyalah hoaks dengan memanfaatkan foto hasil editan.

Isu tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan warga setelah beredar narasi tentang kemunculan sesosok pocong yang disebut tertangkap kamera di jalan poros Desa Gunungsari RT 12, Kecamatan Baureno, pada Minggu (24/05/2026). Unggahan itu sempat memicu keresahan di tengah masyarakat.

banner 336x280

Menanggapi viralnya kabar tersebut, Kapolsek Baureno AKP H Sholeh bersama jajaran segera melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya, polisi memastikan tidak ada peristiwa sebagaimana yang dinarasikan di media sosial.

“Kami pastikan bahwa foto teror pocong di Kecamatan Baureno adalah hoaks,” tegas AKP Sholeh.

Menurutnya, materi visual yang beredar merupakan hasil editan yang diunggah oleh seorang warga berinisial D. Polisi juga memastikan kondisi keamanan di wilayah Kecamatan Baureno hingga kini tetap aman dan kondusif.

AKP Sholeh mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terlebih yang tersebar cepat melalui media sosial. Ia menegaskan, kepolisian akan terus meningkatkan patroli malam guna menjaga situasi keamanan tetap terkendali.

“Masyarakat tidak perlu takut dan tetap beraktivitas seperti biasa. Kami akan terus melaksanakan patroli malam agar wilayah Kecamatan Baureno tetap kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, D, warga yang mengunggah foto editan tersebut, mengakui perbuatannya di hadapan Kapolsek, Bhabinkamtibmas, dan kepala dusun setempat. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menyebarkan video atau foto hoaks tentang pocong ada di Desa Gunungsari,” ucapnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi digital agar tidak menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar.(red)

banner 336x280

Komentar