IJTI Pantura Raya Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Peran Jurnalis di Tengah Gempuran AI dan Hoaks

Pelantikan pengurus periode 2026-2029 menjadi momentum memperkuat profesionalisme, akurasi informasi, dan kolaborasi menghadapi perubahan lanskap media digital

Rilis, Tuban919 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Tuban – Di tengah derasnya arus informasi digital, media sosial, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas jurnalistik yang akurat, independen, dan dapat dipercaya publik.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan Pengurus IJTI Korda Pantura Raya periode 2026-2029 yang berlangsung di Aula Kampus IAINU Tuban, Kamis (18/6/2026). Kepengurusan baru dipimpin Muhammad Mahrus yang sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) II sehari sebelumnya.

banner 336x280

Pelantikan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), akademisi, organisasi profesi, serta anggota IJTI dari wilayah Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Muhammad Mahrus menilai kemajuan teknologi telah menghadirkan perubahan besar dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Meski akses informasi kini semakin mudah, ia mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang beredar memiliki tingkat kebenaran dan validitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, kondisi tersebut justru memperkuat posisi jurnalis profesional sebagai penyaring informasi yang mengedepankan verifikasi dan akurasi sebelum sebuah berita disampaikan kepada publik.

“Di tengah banjir informasi yang beredar setiap detik, masyarakat membutuhkan media yang mampu menghadirkan fakta secara utuh, terverifikasi, dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Mahrus juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, guna mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat dan akuntabel.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Daerah IJTI Jawa Timur, Hari Tambayong, menyebut dunia jurnalistik saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain bersaing dengan kecepatan informasi di media sosial, jurnalis juga harus beradaptasi dengan hadirnya teknologi AI yang mampu menghasilkan berbagai bentuk konten secara instan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat insan pers mengabaikan prinsip dasar jurnalistik. Sebaliknya, kehadiran teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat bantu tanpa mengurangi standar profesionalisme yang selama ini menjadi fondasi kerja jurnalistik.

“Kecepatan informasi penting, tetapi akurasi dan verifikasi tetap menjadi nilai utama yang membedakan karya jurnalistik dengan informasi yang beredar bebas di ruang digital,” tegasnya.

Hari juga menilai organisasi profesi seperti IJTI memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas informasi publik. Selain menjadi wadah peningkatan kapasitas anggota, IJTI diharapkan mampu berperan aktif dalam menangkal hoaks dan disinformasi yang masih marak di tengah masyarakat.

Tak hanya fokus pada penguatan organisasi, rangkaian Muskorda II IJTI Korda Pantura Raya juga diisi kegiatan yang menyentuh dunia akademik dan lingkungan. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tuban mengikuti Workshop Jurnalistik Televisi yang digelar untuk memperkenalkan praktik jurnalistik profesional kepada generasi muda.

Di sisi lain, para anggota IJTI turut melakukan penanaman pohon di kawasan konservasi Kampus IAINU Tuban sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru periode 2026-2029, IJTI Korda Pantura Raya diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kompetensi jurnalis televisi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik di era digital yang terus berkembang.(red)

banner 336x280

Komentar