Jembatan BKKD di Desa Ngablak Diprotes Warga, Sempat Dipasang Spanduk Bernada Kritik

Warga menyoroti aspek keamanan lantai jembatan yang dinilai belum memenuhi standar. Spanduk protes telah dilepas, sementara masyarakat berharap pemerintah desa dan pelaksana proyek segera melakukan perbaikan

Bojonegoro, Peristiwa1447 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Proyek pembangunan jembatan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan masyarakat. Jembatan yang dibangun menggunakan anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 tersebut sempat dipasangi spanduk bertuliskan “Bantuan Korupsi dan Kolusi Untuk Desa” pada Selasa (7/7/2026).

Spanduk yang dibentangkan tepat di bagian atas jembatan itu menjadi perhatian warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Aksi tersebut diduga merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi hasil pembangunan jembatan yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan.

banner 336x280

Seorang warga Desa Ngablak yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang memasang spanduk tersebut. Namun, ia menyebut substansi protes warga bukan semata terkait pembangunan secara keseluruhan, melainkan lebih kepada aspek keamanan lantai jembatan yang dinilai belum memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Saya tidak tahu siapa yang memasang spanduk itu. Yang menjadi keluhan warga sebenarnya kondisi lantai jembatan yang menurut kami masih kurang memenuhi standar keamanan ketika dilewati,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah desa maupun pihak pelaksana proyek agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Ia juga menyampaikan bahwa spanduk protes tersebut kini telah dilepas setelah adanya pihak-pihak yang datang ke lokasi.

“Spanduknya sudah dilepas. Tadi ada beberapa perangkat desa dan juga pihak yang membangun datang ke lokasi,” katanya.

Warga mengungkapkan, selama proses pembangunan jembatan berlangsung, aktivitas masyarakat sempat terganggu karena akses utama tidak dapat dilalui. Mereka harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama.

Karena itu, setelah pembangunan selesai, masyarakat berharap jembatan dapat benar-benar difungsikan dengan kondisi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

“Kami berharap segera ada perbaikan jika memang masih ada bagian yang kurang, sehingga masyarakat bisa melintas dengan aman tanpa rasa khawatir,” ungkap warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan jembatan tersebut dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp2.141.007.600.

Proyek tersebut diharapkan menjadi salah satu infrastruktur penunjang mobilitas masyarakat Desa Ngablak dan sekitarnya. Namun munculnya keluhan warga menunjukkan masih adanya aspek yang perlu mendapat perhatian agar hasil pembangunan benar-benar memenuhi standar keamanan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Desa Ngablak maupun pihak pelaksana proyek terkait keluhan warga, termasuk mengenai kondisi komponen pengunci atau baut pada konstruksi jembatan yang turut menjadi perhatian masyarakat.

Redaksi akan memuat tanggapan resmi dari pihak terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.(*red)

banner 336x280

Komentar