Lulus dari Pesantren, Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah MBS Al Amin Tembus Kampus Bergengsi

28 lulusan berhasil diterima di perguruan tinggi negeri dan kampus favorit, bukti pesantren mampu melahirkan generasi unggul.

Bojonegoro, Pendidikan1177 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, Bojonegoro – Wisuda santri angkatan terbaru di Pondok Pesantren Muhammadiyah menghadirkan haru, kebanggaan, dan pesan mendalam tentang pentingnya iman, ilmu, akhlak, serta kesiapan menghadapi era teknologi.

Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi wisuda santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah MBS Al Amin. Kegiatan yang dihadiri unsur pimpinan pesantren, Ketua LP2M, BPP PP MBS Al Amin, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah, dewan guru, hingga wali santri ini menjadi momentum pelepasan sekaligus penguatan nilai perjuangan bagi para lulusan.

banner 336x280

Sebanyak 28 santri resmi dinyatakan lulus pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 14 santri berhasil menembus perguruan tinggi favorit, baik negeri maupun swasta. Tiga santri diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya. Empat santri lainnya melanjutkan studi di kampus keagamaan negeri, sementara tiga santri diterima di politeknik negeri di Malang. Sisanya diterima di sejumlah perguruan tinggi swasta sesuai pilihan masing-masing.

Mudir pesantren dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh wali santri atas kepercayaan yang telah diberikan selama enam tahun proses pendidikan.

“Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Enam tahun ini bukan sekadar masa pendidikan, tetapi telah membentuk ikatan keluarga dan silaturahim besar di MBS Al Amin,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan. Kepada para lulusan, ia berpesan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian sebagai kader umat dan bangsa.

“Lulus bukan berarti selesai. Jadilah kader yang mampu mengajarkan ilmu, rendah hati, menjalankan panca jiwa pesantren, berkarakter, dan berintegritas. Jangan malu menjadi santri, tapi juga jangan sombong sebagai santri,” pesannya.

Sementara itu, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, H. Thoyyibun Nuha, LC., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di pesantren.

Menurutnya, pesantren hari ini menjadi benteng utama pembentukan akhlak generasi muda di tengah derasnya tantangan zaman.

Dalam sesi khutbatul wada’, Ustadz Zainuddin menegaskan bahwa keberhasilan para santri hari ini merupakan buah dari ketekunan, perjuangan, dan doa dari banyak pihak.

Mengutip QS Al-Mujadilah ayat 11, ia menekankan bahwa Allah menjanjikan kemuliaan bagi mereka yang memadukan iman dan ilmu.

“Iman menjadi pondasi, ilmu menjadi penerang akal. Ilmu yang dimiliki harus diamalkan, bukan untuk kesombongan ataupun kepentingan dunia semata,” tuturnya.

Tak hanya kepada santri, pesan mendalam juga disampaikan kepada para asatidz. Di usia pesantren yang telah menginjak 11 tahun, menurutnya MBS Al Amin berada pada fase emas pembentukan keteladanan.

Ia menekankan bahwa guru harus mampu menjadi navigator di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.

“Teknologi hanyalah wasilah, tetapi sentuhan kasih sayang seorang guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh robot,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan semakin khidmat dengan pelaksanaan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 30 juz oleh santri atas nama Anansa Gulam Dzaky H.Y., yang sebelumnya telah menyelesaikan tasmik selama dua hari pada 14–15 Mei 2026.

Dengan semangat “MBS Al Amin Beradab, Berilmu, dan Berteknologi,” pesantren ini terus menegaskan perannya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya siap bersaing secara global, tetapi juga kokoh dalam iman, akhlak, dan pengabdian.(red)

banner 336x280

Komentar