Mahasiswa Teknik Sipil Unigoro Dibekali Strategi Membangun Bisnis Konstruksi yang Berdaya Saing

Praktisi dari Persatuan Insinyur Indonesia Bojonegoro mengulas peluang usaha, tantangan industri, hingga pemanfaatan teknologi modern dalam sektor konstruksi.

Bojonegoro, Pendidikan1360 Dilihat
banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) kembali menghadirkan kuliah praktisi sebagai upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Bertempat di Fakultas Sains dan Teknik (Saintek), Kamis (2/7/2026), kegiatan ini mengangkat tema peluang bisnis di sektor konstruksi.

Kuliah praktisi menghadirkan Wakil Ketua I Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bojonegoro, Ir. Alfan Affandi, S.T., M.T., IPM, yang berbagi pengalaman mengenai dinamika dunia usaha di bidang konstruksi sekaligus prospek industri yang terus berkembang.

banner 336x280

Dalam pemaparannya, Alfan menjelaskan bahwa bisnis konstruksi tidak hanya menuntut kemampuan teknis dalam membangun infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kemampuan manajerial dan strategi bisnis agar sebuah proyek dapat berjalan secara efektif sekaligus menghasilkan keuntungan.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan yang terus meningkat membuka peluang besar bagi lulusan teknik sipil untuk terjun sebagai wirausahawan di sektor konstruksi. Peluang tersebut mencakup pembangunan perumahan, gedung perkantoran, kawasan industri, jalan, jembatan, hingga proyek renovasi dan rehabilitasi bangunan.

“Prospek usaha di bidang konstruksi masih sangat luas. Seiring meningkatnya pembangunan, kebutuhan terhadap jasa konstruksi juga terus bertambah sehingga menjadi peluang yang menjanjikan bagi generasi muda,” jelas Alfan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dunia usaha konstruksi juga memiliki berbagai tantangan, mulai dari persaingan yang semakin kompetitif, kebutuhan modal yang relatif besar, keterbatasan tenaga kerja terampil, hingga fluktuasi harga material bangunan yang dapat memengaruhi biaya proyek.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pelaku usaha dituntut mampu memanfaatkan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui penerapan Building Information Modeling (BIM) yang dinilai mampu meningkatkan akurasi perencanaan, efisiensi pelaksanaan proyek, serta meminimalkan risiko kesalahan yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya.

Selain BIM, inovasi lain seperti metode konstruksi prefabrikasi dan penggunaan material ramah lingkungan juga menjadi bagian dari tren pembangunan modern yang semakin banyak diterapkan.

Di samping aspek bisnis dan teknologi, Alfan menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, penerapan standar keselamatan kerja, serta etika profesi dalam setiap pelaksanaan proyek konstruksi. Menurutnya, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari keuntungan, tetapi juga dari tanggung jawab sosial dan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Kuliah praktisi yang dimoderatori oleh Ir. Moh. Sholahudin, S.T., M.T. berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung mengenai tantangan dunia konstruksi, peluang membangun perusahaan jasa konstruksi, hingga inovasi yang dibutuhkan agar mampu bersaing di industri yang terus berkembang.(red)

banner 336x280

Komentar