Halobojonegoro.id, Bojonegoro — Upaya menjaga kualitas pasokan listrik kembali dilakukan oleh PT PLN ULP Bojonegoro Kota melalui pemeliharaan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) pada Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menuntut penghentian sementara aliran listrik di sejumlah wilayah, termasuk Desa Kebonagung, Pekuwon, Nguruhan, Gunung Anyar, dan Jegulo.
Namun, di balik pemadaman yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.30–12.30 WIB, terdapat dimensi lain yang jarang disorot: bagaimana masyarakat menyesuaikan aktivitas harian mereka di tengah keterbatasan energi. Bagi sebagian warga, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan penopang ekonomi rumah tangga dan usaha kecil.
Manager Unit PLN ULP Bojonegoro Kota, Syaiful Amin, menegaskan bahwa penghentian sementara ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan untuk memastikan keselamatan petugas sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta mengharapkan pengertian dari seluruh pelanggan,” ujarnya.
PLN juga mengingatkan pemilik genset mandiri agar memastikan instalasi terpisah dari jaringan PLN demi menghindari potensi bahaya. Jika pekerjaan selesai lebih cepat, listrik akan segera dinormalkan tanpa pemberitahuan. Sebaliknya, faktor cuaca atau kendala teknis bisa memperpanjang durasi pemadaman.
Di sisi lain, pemadaman ini menjadi cermin betapa vitalnya listrik dalam kehidupan modern. Aktivitas warga seperti produksi UMKM, kegiatan belajar daring, hingga layanan publik bisa terganggu. Meski demikian, langkah preventif PLN menunjukkan bahwa investasi pada keandalan jaringan adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan layanan energi yang aman dan berkualitas.(Mu)




















Komentar