Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro memperkuat tata kelola organisasi dengan menggelar studi banding dan rapat kerja di Malang dan Batu, Jumat hingga Minggu (8-10/5/2026). Rombongan mengunjungi PWI Malang Raya untuk mempelajari praktik pengelolaan organisasi yang profesional, solid, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.
Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menekankan pentingnya kekompakan dan transparansi anggaran sebagai kunci keberlangsungan organisasi. Selama 12 tahun, PWI Malang Raya berhasil memiliki kantor sendiri dan satu unit ambulans organisasi, sekaligus menginisiasi Peraturan Bupati yang mengatur keberadaan wartawan profesional dan perusahaan pers terdaftar, sehingga menekan praktik oknum wartawan yang meresahkan masyarakat.
Selain itu, PWI Malang Raya juga mengembangkan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus mendukung UMKM lokal. “Keuntungan kegiatan organisasi dibagi proporsional, sehingga semua anggota merasa memiliki organisasi,” ujar Cahyono.
Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Berbagai program PWI Malang Raya akan menjadi referensi dalam penyusunan rapat kerja PWI Bojonegoro untuk masa bakti 2025-2028. Raker di Kota Batu membahas rencana program kerja tiap bidang, yang nantinya akan dituangkan dalam buku pedoman organisasi untuk target jangka pendek, menengah, dan panjang.
Kegiatan ini didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited, PT Pertamina EP Cepu, PT Pertamina EP Sukowati Field, PT Asri Dharma Sejahtera, Perumda Tirta Buana, dan Universitas Bojonegoro (Unigoro), sebagai bentuk sinergi antara organisasi profesi dan pihak swasta maupun akademisi.
Dengan langkah ini, PWI Bojonegoro menegaskan komitmen meningkatkan profesionalisme wartawan sekaligus memperkuat struktur organisasi demi pelayanan terbaik bagi anggota dan masyarakat.(*red)















Komentar