TMMD ke-129 Kodim Bojonegoro Bangun Pondasi Lapak PKL, Dorong Ekonomi Warga Desa Kesongo

Sasaran tambahan TMMD ke-129 diarahkan untuk menciptakan ruang usaha bagi warga sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan rest area Desa Kesongo

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur utama. Di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, personel Satgas TMMD bersama masyarakat mulai meletakkan pondasi lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan rest area desa.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari sasaran tambahan atau over prestasi TMMD ke-129. Kehadiran lapak PKL diharapkan dapat menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

banner 336x280

Proses pembangunan berlangsung dengan melibatkan prajurit TNI dan warga setempat. Mereka bekerja bersama menggali tanah, menyiapkan batu pondasi hingga memasang papan bowplank sebagai bagian awal pembangunan lapak.

Suasana gotong royong terlihat di tengah aktivitas tersebut. Prajurit dan warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan meski harus berhadapan dengan teriknya matahari.

Wakil Komandan Regu (Wadanru) SST-3 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Serma Juni, mengatakan pembangunan lapak PKL dirancang bukan sekadar sebagai fasilitas tambahan, tetapi untuk memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat setelah program TMMD berakhir.

“Melalui pembangunan lapak PKL ini, kami ingin menciptakan ruang usaha yang nyaman dan layak bagi warga. Rest area nantinya tidak hanya menjadi tempat singgah bagi pelintas jalan, tetapi juga sarana pendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat Desa Kesongo,” ujar Serma Juni di lokasi pekerjaan, Sabtu (8/8/2026).

Bukan Sekadar Membangun Fasilitas

Menurut Serma Juni, pembangunan yang dilakukan melalui TMMD diarahkan agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada manfaat fisik, tetapi dapat menjadi pemicu peningkatan kesejahteraan warga.

Karena itu, keberadaan lapak PKL di kawasan rest area dipandang sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem ekonomi sederhana di tingkat desa. Warga nantinya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas perdagangan sesuai dengan potensi dan kebutuhan setempat.

Konsep tersebut juga sejalan dengan semangat TMMD dalam memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kegiatan pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama.

Desa Berharap Jadi Pusat Aktivitas Ekonomi

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Satgas TMMD ke-129. Menurutnya, keterlibatan personel Kodim 0813 Bojonegoro memberikan percepatan terhadap pembangunan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Satgas TMMD. Harapan kami, setelah lapak PKL dan rest area ini berdiri kokoh, warga bisa menggunakannya untuk membuka usaha, menambah pendapatan keluarga, sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa secara mandiri,” tutur Kusnadi.

Ia berharap keberadaan rest area dan lapak PKL nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi warga Desa Kesongo, tetapi juga dapat menjadi titik aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan pondasi lapak PKL tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa program TMMD tidak semata mengejar penyelesaian sasaran fisik. Di balik pembangunan infrastruktur, terdapat upaya membuka ruang ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat pedesaan.

Melalui kolaborasi TNI dan rakyat, Desa Kesongo kini mulai menyiapkan fondasi bagi tumbuhnya aktivitas usaha baru. Harapannya, ketika pembangunan selesai dan fasilitas mulai dimanfaatkan, rest area tersebut dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(red)

banner 336x280

Komentar