Medhayoh ke Cengkir, Bupati Bojonegoro Serap Aspirasi Petani dan Dorong Penguatan Komoditas Pertanian

Dari memetik tembakau hingga menanam benih melon, Pemkab Bojonegoro mendorong diversifikasi pertanian sekaligus membuka komunikasi dengan pabrikan untuk memperkuat penyerapan hasil panen

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat melalui forum formal. Melalui agenda Medhayoh, Bupati Bojonegoro bersama Wakil Bupati turun langsung ke tengah masyarakat untuk melihat aktivitas warga sekaligus mendengarkan persoalan yang dihadapi petani.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam kunjungan kali ini adalah pertanian, khususnya komoditas tembakau yang tengah memasuki masa panen.

banner 336x280

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Woro, Bojonegoro. Setelah itu, rombongan melanjutkan agenda dengan mendatangi lahan pertanian warga dan ikut melakukan petik tembakau bersama para petani Desa Cengkir.

Harga Tembakau Mulai Bergerak Naik

Di tengah aktivitas panen, Bupati Bojonegoro menyampaikan bahwa harga tembakau saat ini mulai menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih baik bagi petani setelah melalui proses budidaya yang cukup panjang.

Namun, pemerintah daerah menilai kestabilan harga dan kepastian penyerapan tetap menjadi persoalan penting yang perlu dijaga.

Karena itu, Bupati Bojonegoro berencana membangun komunikasi dengan sejumlah perusahaan rokok untuk mendorong penyerapan hasil panen tembakau petani lokal.

“Untuk harga sudah mulai naik dan saya akan berkomunikasi dengan Sampoerna dan pabrik lainnya agar membuka penyerapan tembakau agar harga tembakau stabil dan cenderung naik,” ujarnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih baik bagi petani, sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap hasil panen yang tidak terserap secara optimal.

Tak Hanya Tembakau, Melon Jadi Alternatif

Selain melihat langsung aktivitas petani tembakau, Bupati dan Wakil Bupati juga melakukan penanaman benih melon.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dorongan pemerintah daerah terhadap diversifikasi komoditas pertanian. Petani diharapkan tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman, tetapi mampu mengembangkan komoditas lain yang memiliki prospek ekonomi.

Budidaya melon dinilai dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan usaha pertanian apabila disesuaikan dengan kondisi lahan, kemampuan petani serta peluang pasar.

Diversifikasi tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di tingkat desa.

Aspirasi Warga Jadi Bagian dari Medhayoh

Agenda Medhayoh kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat Desa Cengkir. Diskusi berlangsung di kediaman Kepala Desa Cengkir.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah mendengarkan berbagai aspirasi dan masukan warga terkait pembangunan desa maupun kebutuhan masyarakat.

Forum tersebut menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Berbagai persoalan yang disampaikan warga dapat menjadi bahan pemerintah dalam menentukan kebijakan dan program pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Melalui agenda Medhayoh, Pemkab Bojonegoro berupaya mendekatkan pelayanan dan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Kunjungan ke desa juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung potensi ekonomi sekaligus persoalan yang dihadapi warga.

Dari lahan tembakau hingga penanaman benih melon, pemerintah daerah mendorong agar sektor pertanian tidak hanya bertahan sebagai aktivitas produksi, tetapi berkembang menjadi sumber ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.(red)

banner 336x280

Komentar