Mutasi Pejabat Di Bojonegoro, Lima Kepala OPD Berganti dalam Penyegaran Birokrasi

Mutasi dan promosi jabatan menyasar pejabat eselon II, administrator, kepala sekolah hingga jabatan pengawas guna memperkuat kinerja organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

banner 468x60

Halobojonegoro.id, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator. Mutasi dan promosi jabatan yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Bojonegoro tertanggal 7 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto, menjelaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari manajemen aparatur sipil negara (ASN) yang bertujuan memenuhi kebutuhan organisasi serta meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

banner 336x280

“Mutasi, rotasi, dan promosi jabatan merupakan hal yang wajar dalam manajemen ASN. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Hari Kristianto, Selasa (7/7/2026).

Dalam pelantikan tersebut, terdapat lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang menempati posisi baru. Dilli Tri Wibowo dipercaya memimpin Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) setelah sebelumnya menjabat Kepala Bagian Pemerintahan Setda Bojonegoro.

Selanjutnya, Heru Wicaksi yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur SDM dan Pendidikan RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo kini dipercaya sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika diisi Arif Afandy yang sebelumnya menjabat Sekretaris KPU Bojonegoro.

Perubahan juga terjadi di Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro dengan dilantiknya Moh Akhmadi sebagai kepala dinas setelah sebelumnya menjabat sekretaris dinas. Sementara itu, Laela Nor Aeny dipercaya memimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setelah sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Bojonegoro.

Selain pejabat eselon II, pelantikan juga mencakup sejumlah pejabat administrator pada posisi strategis. Di antaranya dr. Lutfi Kurniawan sebagai Direktur RSUD Temayang, dr. Widi Hermawansjah sebagai Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, serta drg. Reni Kartika sebagai Kepala Bidang Penunjang di rumah sakit tersebut.

Perubahan jabatan juga dilakukan pada sejumlah posisi lain, mulai dari bidang pelayanan kesehatan, sumber daya manusia rumah sakit, sekretaris kecamatan, hingga jabatan administrasi di RSUD Sumberrejo dan RSUD Temayang.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menetapkan pengangkatan 21 ASN dalam jabatan pengawas, 151 ASN sebagai kepala sekolah, dua ASN yang berpindah dari jabatan pelaksana ke jabatan fungsional, serta satu ASN yang diangkat kembali dalam jabatan fungsional.

Hari Kristianto berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru dan mampu menjalankan amanah secara profesional.

“Setiap pejabat yang mendapat amanah diharapkan segera bekerja, memperkuat kolaborasi, serta memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui penyegaran birokrasi ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kinerja perangkat daerah semakin optimal sehingga mampu mempercepat pelaksanaan program prioritas pembangunan sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.(red)

banner 336x280

Komentar